Terbukti Terima Suap, Eks Bupati Talaud Divonis 4,5 Tahun Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 09 Des 2019 22:03 WIB
Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sri Wahyumi terbukti bersalah menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Sri Wahyumi telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut," kata hakim ketua Saifuddin Zuhri saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).


Perbuatan Wahyumi dilakukan bersama-sama dengan Benhur Lalenoh yang divonis secara terpisah dalam perkara ini. Benhur divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Benhur bersalah sebagai perantara suap untuk Wahyumi.

Sri Wahyumi dan Benhur Lalenoh bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kasus ini bermula ketika Wahyumi memerintahkan orang kepercayaannya, Benhur Lalenoh, menawarkan paket pekerjaan kepada para pengusaha di Manado. Namun ada syarat di balik tawaran tersebut, yaitu commitment sebesar 10 persen.


Bernard sebagai salah seorang pengusaha berkeinginan mendapatkan proyek di Talaud. Bernard bersama Benhur kemudian menemui Wahyumi untuk menanyakan tentang paket pekerjaan proyek yang bisa dikerjakannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2