KPK Kecewa MA Sunat Vonis Eks Bupati Talaud Jadi 2 Tahun Penjara

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 08:43 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip dari 4 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun penjara. Atas putusan itu, KPK mengaku kecewa.

"JPU KPK saat ini belum menerima salinan putusan resmi dari MA. Namun jika putusan tersebut benar demikian, maka membandingkan antara putusan PK dan tuntutan JPU yang sangat jauh, KPK kecewa atas putusan tersebut. Walaupun tentu kami tetap harus menghormati dan menerima putusan tersebut," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Sebab, menurut Ali, majelis hakim telah menyatakan Sri Wahyumi Manalip terbukti melakukan korupsi. Jadi, ia mengatakan dengan putusan MA itu hukuman yang dijatuhkan terhadap Sri Wahyumi di bawah minimum ancaman pidana sebagaimana diatur dalam UU Tipikor.

"Namun, vonis yang dijatuhkan di bawah ancaman pidana minimum sebagaimana diatur dalam UU Tipikor, yaitu minimum pidana penjara selama 4 tahun," ujarnya.

Ali mengaku khawatir putusan MA itu akan menjadi preseden buruk dalam upaya pemberantasan korupsi ke depan. Ia berharap ada kesamaan visi dan misi antar-aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Kami khawatir putusan tersebut menjadi preseden buruk dalam upaya pemberantasan korupsi. KPK berharap ada kesamaan visi dan semangat yang sama antar-aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, MA mengabulkan PK Sri Wahyumi Maria Manalip dari 4 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun penjara. Namun kurir suap Benhur Lelonoh malah dihukum lebih berat, yaitu 4 tahun penjara.

Kasus suap Sri Wahyumi bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada April 2019. Setelah itu, mereka duduk di kursi pesakitan.

Tonton video 'KPK Siap Supervisi Kelanjutan Kasus Jaksa Pinangki':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2