Belasan Polisi Ditahan Selepas Tembakan Peringatan Makan Korban

ADVERTISEMENT

Round-Up

Belasan Polisi Ditahan Selepas Tembakan Peringatan Makan Korban

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 07:46 WIB
Lokasi tempat korban Anjas yang tewas tertembak saat tembakan peringatan polisi di Makassar (dok. detikcom).
Foto: TKP korban Anjas yang tewas tertembak saat tembakan peringatan polisi di Makassar (dok. detikcom).
Makassar -

Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memeriksa 16 polisi dan 11 di antaranya ditahan akibat tembakan peringatan yang mengenai 3 warga. 1 Orang meninggal dunia dan 2 lainnya mengalami luka.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menegaskan pihaknya akan mengungkap kasus tersebut secara terbuka dan mencari oknum polisi yang terbukti melakukan penembakan. Senjata api yang digunakan anggota polisi telah disita.

"Sampai saat ini Propam sendiri sudah melaksanakan pemeriksaan kurang-lebih 16 personel," kata Ibrahim kepada wartawan, Senin (31/8).

Ibrahim mengatakan, setiap prosedur penembakan harus jelas dari senjata mana penembakan dilakukan dan siapa polisi yang mempunyai senjata tersebut. Kini pemilik senjata api dan hasil autopsi korban sedang didalami Propam untuk dicocokkan.

Polisi melakukan pemeriksaan balistik dan melakukan uji teknis senjata yang digunakan saat penembakan. "Supaya tahu betul bagaimana fakta-fakta dan siapa yang bertanggungjawab dengan peristiwa penembakan tersebut," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Muhammad Kadarislam menyebut 11 anggotanya masih ditahan Propam Polda Sulsel akibat penembakan tersebut.

"Sementara ini dari tadi malam ada 11 anggota yang ditahan di Polda Sulsel terkait kasus penembakan ini," kata Kadarislam saat mengunjungi rumah duka korban penembakan di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Senin (31/8) lalu.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT