Puasa Asyura Vs Bayar Hutang, Mana yang Didahulukan?

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2020 04:59 WIB
Ilustrasi buka puasa
Foto: iStock/Puasa Asyura Vs Bayar Hutang, Mana yang Didulukan?
Jakarta -

Tiap muslim selalu ingin lebih dekat, selalu dalam lindungan, dan mendapat pengampunan Allah SWT. Tidak heran jika seorang muslim akan berusaha menjalankan ibadah sunah setelah yang wajib, salah satunya Puasa Asyura tiap 10 Muharram.

Saat ini, Puasa Asyura jatuh pada Sabtu (29/8/2020) setelah sehari sebelumnya melaksanakan Puasa Tasua. Muslim yang telah memenuhi syarat dan rukun puasa maka disarankan melakukan Puasa Asyura, namun bagaimana jika masih punya utang puasa Ramadhan?

Kebingungan ini kerap dihadapi wanita yang mengalami menstruasi, hamil, baru melahirkan, atau sedang menyusui hingga harus melewatkan puasa Ramadhan. Terkait kondisi ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan jalan keluar yang sebaiknya diambil muslim.

"Kita yang berbadan sehat terutama perempuan yang punya banyak utang puasa, dengan Puasa Asyura pada 9-11 Muharram sudah bisa mengqodho puasa yang tinggal," kata Ustaz Abdul Somad dalam siaran YouTube dilihat detikcom pada Jumat (28/8/2020).

Mekanisme serupa bisa diterapkan pada pelaksanaan Puasa Syawal selama 6 hari, yang bisa digunakan untuk membayar utang puasa Ramadhan. Ustaz Abdul Somad mengatakan, orang yang puasa enam hari di bulan Syawal otomatis dapat pahala sunah meski niatnya hendak melakukan qodho puasa.

Menurut UAS, pelunasan hutang puasa Ramadhan dengan puasa sunah dijelaskan Imam Abu Zakaria al-Anshari dari kalangan mazhab Syafi'i. Penjelasan tersebut selanjutnya ditulis Syaikh Athiyah Saqr dalam kitab Fatwa Al-Azhar.

Dengan penjelasan ini, muslim tak perlu khawatir melaksanakan puasa sunah termasuk Puasa Asyura meski masih punya utang Ramadhan. Muslim justru berpeluang mendapat pahala sunah dan pelunasan utang puasa Ramadhan sekaligus. Bagi yang ingin melaksanakan puasa sunah sekaligus melunasi utang puasa Ramadhan, UAS menyarankan membaca niat qodho puasa.

"Niatnya qodho saja bukan sunah, karena kalau yang dibaca niat puasa sunah maka tidak dapat pahala pelunasan utang Ramadhan. Niat qodho maka dapat juga pahala puasa sunah. Begitu juga dengan puasa Senin Kamis. Niat qodho maka utang puasa Ramadhan lunas dan dapat juga pahala Puasa Senin atau Puasa Kamis," kata UAS.

UAS menilai, pelaksanaan puasa qodho dan puasa sunah adalah pelaksanaan ibadah yang paling efektif. Ustaz menyebutnya seperti satu kali dayung dua tiga pulau terlalui. Ustaz lalu menyarankan pria untuk mengingatkan para wanita di sekitarnya tidak ragu melakukan puasa sunah. Sedangkan untuk yang wanita jangan ragu untuk melakukan puasa sunah meski masih punya utang puasa Ramadhan.

Terkait pelaksanaan Puasa Asyura, UAS menyarankan melaksanakannya pada 9-11 Muharram bukan hanya pada 10 Muharram. Bila tidak sanggup maka bisa melaksanakan puasa sunah pada 9 dan 10 Muharram. Hal ini untuk membedakan dengan puasa Kaum Yahudi yang hanya dilaksanakan pada 10 Muharram.

UAS menjelaskan, Rasulullah SAW saat itu berada di Madinah ketika mengetahui kebiasaan Kaum Yahudi puasa tiap Muharram. Saat ditanya penyebabnya, Kaum Yahudi mengatakan Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Firaun pada 10 Muharram. Kaum Yahudi selanjutnya melakukan puasa sebagai ungkapan syukur.

Ketika itulah, Rasulullah SAW memerintahkan muslim melakukan Puasa Asyura. Pelaksana Puasa Asyura juga tidak menimbulkan ikhtilaf antara ulama, sehingga mereka yang berbadan sehat dan memenuhi syarat puasa disarankan melakukan ibadah sunah tersebut.

(row/erd)