Bacaan Niat Puasa Asyura, Sejarah dan Keutamaannya

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 19:28 WIB
top view muslim family enjoy the iftar meal dinner together in dining room
Foto: iStock/Bacaan Niat Puasa Asyura, Sejarah dan Keutamaannya
Jakarta -

Bagi umat Islam, Puasa Asyura yang jatuh tiap 10 Muharram tentunya tak akan dilewatkan. Dalam hadistnya Rasulullah SAW telah mengingatkan pentingnya Puasa Asyura yang tahun tahun ini dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2020).

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: Rasulullah SAW ditanya keutamaan Puasa Arafah, Nabi menjawab, "Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Rasulullah SAW juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, Nabi menjawab, "Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW menyatakan puasa di bulan Muharram adalah yang paling utama setelah Ramadhan.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah pada bulan Allah (Muharram). Sementara sholat paling utama setelah yang wajib adalah sholat malam." (HR Muslim).

Seperti ibadah yang lain, pelaksanaan Puasa Asyura harus diawali dengan membaca niat.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala."

Dikutip dari buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, Puasa Asyura masuk dalam 9 puasa sunah yang disepakati para ulama. Sesuai dengan hadits yang telah disebutkan, saran atau tingkat kesunahan melakukan Puasa Asyura sangat kuat.

Sejarah Puasa Asyura juga dijelaskan dalam buku tersebut melalui penjelasan dari Ibnu Abbas. Menurut Ibnu Abbas, saat itu Rasulullah SAW sampai di Madinah dan melihat kaum Yahudi melakukan Puasa Asyura.

Nabi Muhammad SAW lantas bertanya penyebab kaum Yahudi melakukan ibadah tersebut. Kaum Yahudi menjawab, Hari Asyura adalah saat Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari musuh mereka. Sejak saat itu, Nabi Musa AS melakukan puasa tiap hari Asyura.

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah SAW juga menyuruh kaum muslim melakukan Puasa Asyura tiap tanggal 10 Muharram pada kalender Islam. Keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Abu Qatadah RA.

Rasulullah SAW bersabda:

"Bagi orang yang berpuasa Asyura, Allah berjanji akan menghapuskan dosa-dosanya pada satu tahun yang lalu." (HR. Muslim).

(row/erd)