Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Keutamaannya

Lusiana Mustinda - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 16:47 WIB
female hand of prayer with wooden beads in sunlight, iftar concept, Ramadan month, Koran, plate of dried fruit, Cup of tea on wooden table
Niat puasa Asyura. Foto: Getty Images/iStockphoto/RasselOK
Jakarta -

Puasa Asyura dilaksanakan pada hari ke-10 di bulan Muharram. Menjalankan puasa Asyura sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Siapa saja yang menjalankan puasa Asyura maka akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

Nur Solikhin dalam 'Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah' menceritakan sejarah puasa Asyura. Sebelum Islam datang, bangsa Quraisy selalu berpuasa pada hari Asyura. Nabi SAW pun melakukannya. Maka beliau menyuruh umat Islam untuk berpuasa Asyura. Akan tetapi keharusan puasa ini bergeser setelah ada kewajiban puasa Ramadhan. Sehingga statusnya pun berubah dari wajib menjadi sunnah.

Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits yang bersumber dari Aisyah r.a., ia berkata:

"Hari Asyura adalah waktunya puasa orang-orang Quraisy pada zaman jahiliyah. Dan Rasulullah pun melaksanakannya. Tatkala Nabi tiba di Madina, beliau tetap melakukan puasa Asyura dan memerintahkan sahabat untuk melakukan puasa itu juga. Ketika diwajibkan puasa Ramadhan, beliau meninggalkan puasa Asyura, dan beliau bersabda, "Barangsiapa yang hendak berpuasa, maka puasalah, dan barangsiapa yang hendak berbuka maka berbukalah." (HR. Bukhari).

Pahala bagi siapa saja yang menjalankan puasa Asyura cukup besar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Bagi orang yang berpuasa Asyura, Allah berjanji akan menghapuskan dosa-dosanya pada satu tahun yang lalu." (HR. Muslim).

Berikut niat puasa Asyura:


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala.

Artinya:

Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala


Puasa Asyura menjadi salah satu sarana kita untuk menghapus dosa yang telah kita perbuat. Dengan berpuasa Asyura tentunya kita dapat mendekatkan diri pada Allah dan memohon kepada-Nya agar dosa kita setahun yang lalu diampuni.

Hal ini juga dilakukan Rasulullah SAW ketika berpuasa Asyura, "Aku memohon kepada Allah untuk menghapuskan dosa yang pernah aku perbuat pada satu tahun sebelumnya." (HR. Muslim).

(lus/erd)