Pembalasan Iran Usai Ladang Gas Diserang Israel

Pembalasan Iran Usai Ladang Gas Diserang Israel

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 19 Mar 2026 22:06 WIB
Sebuah gambar menunjukkan pemandangan fase 12 fasilitas ladang gas South Pars di dekat kota Kangan di selatan Iran, di tepi Teluk, pada 22 Januari 2014. Harga minyak melonjak setelah serangan Israel menghantam fasilitas Iran di ladang gas utama Teluk
Foto: Sebuah gambar menunjukkan pemandangan fase 12 fasilitas ladang gas South Pars di dekat kota Kangan di selatan Iran, di tepi Teluk, pada 22 Januari 2014. (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Teheran -

Serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel menghantam fasilitas ladang gas Pars Selatan milik Iran di Teluk Persia hingga menyebabkan kebakaran. Iran pun membalas serangan ini.

"Beberapa saat yang lalu, sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh dihantam oleh proyektil yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis," lapor televisi pemerintah, mengutip Ehsan Jahanian, wakil gubernur provinsi Bushehr selatan, tempat fasilitas tersebut berada, dilansir AFP, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ladang gas raksasa South Pars/North Dome adalah cadangan gas terbesar yang diketahui di dunia. Ladang tersebut memasok sekitar 70% gas alam domestik Iran.

Iran yang berbagi ladang besar tersebut dengan raksasa energi Qatar, telah mengembangkan bagiannya sejak akhir tahun 1990-an. Selama perang 12 hari pada Juni 2025 lalu, Israel menyerang fasilitas Iran yang beroperasi di ladang tersebut.

Dilansir Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump telah mengkritik Israel setelah melakukan serangan terhadap ladang gas South Pars milik Iran, sehingga mendorong Iran untuk menargetkan lokasi energi di Qatar, Arab Saudi, dan UEA.

Berikut yang kita ketahui tentang lokasi tersebut:
- Ladang Pars Selatan adalah bagian Iran dari cadangan gas alam terbesar di dunia. Bagian lainnya dimiliki oleh Qatar dan dikenal sebagai North Dome.
- Keseluruhan ladang tersebut menyimpan sekitar 1.800 triliun kaki kubik gas yang dapat digunakan--cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh dunia selama 13 tahun.
- Sebagian besar gas yang diproduksi Teheran dari South Pars adalah untuk penggunaan domestik.

Trump Ngaku Tak Tahu

Donald Trump mengaku tidak tahu negara sekutunya, Israel, menyerang ladang gas Iran di Pars Selatan. Tapi, Trump mengancam akan meledakkan secara besar-besaran ladang gas terbesar Iran tersebut jika negara itu terus menyerang Qatar sebagai balasan atas serangan Israel.

"Israel, karena marah atas apa yang telah terjadi di Timur Tengah, telah menyerang secara brutal fasilitas utama yang dikenal sebagai Ladang Gas South Pars di Iran," tulis Trump di Truth Social dilansir CNN, Kamis (19/3).

"Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini," katanya, menambahkan bahwa Qatar juga tidak menyadarinya. "Sayangnya, Iran tidak mengetahui hal ini, atau fakta-fakta penting apa pun yang berkaitan dengan serangan South Pars, dan secara tidak adil dan tanpa alasan menyerang sebagian fasilitas gas LNG Qatar."

Trump mengatakan Israel tidak akan menyerang ladang gas itu lagi kecuali Iran menyerang pihak yang tidak bersalah, "dalam hal itu," katanya, "Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya."

Iran Membalas Serangan

Iran melancarkan serangan sejumlah fasilitas dan ladang gas negara-negara Teluk usai ladang gasnya di Pars Selatan diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di fasilitas gas di Qatar.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (19/3/2026), Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa tim pertahanan sipil saat ini sedang berupaya memadamkan kebakaran di Kota Industri Ras Laffan setelah serangan Iran.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan menurut pernyataan kementerian. Sebelumnya, pertahanan sipil mengatakan telah berhasil mengendalikan kebakaran di Ras Laffan.

Kementerian Luar Negeri Qatar telah mengeluarkan pernyataan lain menyusul serangan Iran terhadap fasilitas gas Ras Laffan. "Serangan brutal Iran terhadap negara-negara di kawasan ini telah melanggar semua garis merah dengan menargetkan warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas vital," kata pernyataan itu.

Sementara itu, QatarEnergy mengatakan kebakaran besar telah terjadi di beberapa fasilitas gas alam cair (LNG) miliknya menyusul serangan terbaru Iran di Kota Industri Ras Laffan.

Serangan ini "merupakan tambahan dari serangan sebelumnya di Kota Industri Ras Laffan pada hari Rabu" yang "mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas Pearl GTL (Gas-to-Liquids)," kata QatarEnergy.

Terdapat "kerusakan lebih lanjut yang luas" akibat serangan baru ini, dengan tim tanggap darurat "segera dikerahkan" dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tambah QatarEnergy.

Negara lainnya, UUEA mengutuk serangan Iran terhadap fasilitas gas Habshan dan ladang Bab. Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan bahwa "serangan Iran" yang menargetkan fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab merupakan "eskalasi berbahaya dan pelanggaran prinsip-prinsip hukum internasional".

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berhak sepenuhnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya, dan untuk menjaga prestasi nasionalnya.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertahanan udara UEA berhasil mencegat serangan tersebut, dan tidak ada korban jiwa yang tercatat. Pernyataan itu juga menekankan bahwa "penargetan infrastruktur energi vital merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan pasar energi global".

Tonton juga video "Israel Gempur Ladang Gas South Pars Iran, Trump: AS-Qatar Tak Terlibat"

Halaman 2 dari 3
(rdp/rdp)


Berita Terkait