Manuver Gatot di Barisan Oposisi: 212 Sampai KAMI

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 16:43 WIB
Jenderal Gatot Nurmantyo saat hadiri acara Blak-blakan detikcom
Gatot Nurmantyo (Rachman Haryanto/detikcom)

Setelah itu, Gatot Nurmantyo kembali dituding berpolitik setelah mengeluarkan pernyataannya soal adanya pembelian 5.000 pucuk senjata di luar instansi TNI. Pernyataan Gatot banyak menuai kritik. Namun ia menolak tudingan dirinya tengah berpolitik.

"Di sini (DPR) tempat banyak orang berpolitik, kan. Kalau orang berpolitik di sini, itu bodoh yang saya lakukan. Konstituen saya pada kabur semuanya," kata Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Tak lama berselang, Presiden Jokowi memutuskan mencopot Gatot. Sebenarnya Gatot pensiun dari TNI per 1 April 2018. Namun Presiden Jokowi sudah menggantinya dengan Marsekal Hadi Tjahjanto pada akhir 2017.

Gatot pensiun menjelang Pilpres 2019. Namanya pun meramaikan bursa capres-cawapres kala itu. Bahkan Gatot sempat merapat ke kubu lawan Jokowi di Pilpres 2019, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, sebelum pensiun dari TNI.

Hal tersebut diungkap oleh Wasekjen Gerindra Andre Rosiade. Ia mengungkap Gatot sempat menemui Prabowo dan menyampaikan niatnya maju pada pilpres.

"Pak Prabowo dan Pak Gatot merupakan sahabat. Hubungan beliau berdua sangat bagus. Bahkan Pak Gatot sudah datang ke Prabowo untuk menyampaikan keinginan beliau maju di Pilpres 2019," kata Andre kepada wartawan, Minggu (18/3/2018).

Meski begitu, Gerindra menutup kemungkinan Gatot untuk maju di pilpres lewat partainya. Sebab, Gerindra memutuskan memilih sang ketum untuk menjadi capres.

"Pak Prabowo mendengarkan apa yang disampaikan dan keinginan Pak Gatot ke Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Memang kalau untuk jadi capres Gerindra, Pak Gatot akan kesulitan karena kami sudah solid dan sepakat mencapreskan Pak Prabowo," tutur Andre.

Survei Median: Jokowi Naik, Prabowo Turun, Gatot Nurmantyo 7%Prabowo Subianto-Gatot Nurmantyo. (Foto: dok. Istimewa).

Hanya, Gerindra membuka pintu bila Gatot ingin bergabung menjadi kader. Hal tersebut juga disampaikan oleh Prabowo yang menerima langsung Gatot saat berkunjung.

"Kesempatan itu tamu Pak Prabowo belum berpartai biasanya beliau memberikan kesempatan, silakan kalau mau politik, silakan. Kalau mau bergabung Gerindra, pintu dibuka sebuka-buka," ujar Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat berbincang dengan detikcom, Minggu (1/4/2018).

Sejumlah relawan Gatot pun mendeklarasikan dukungan untuk Gatot maju sebagai capres. Kelompok relawan itu mulai dari Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN), GNR, hingga kelompok Pro 1 (Pro One), yang memasangkan Gatot dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

Bahkan Gatot Nurmantyo memberi semangat untuk para relawannya itu. Apresiasi dari Gatot disampaikan melalui media sosialnya. Sebab, ketika itu, ia tengah berada di luar negeri setelah pensiun dari TNI.

Gatot mengaku telah mendengar informasi adanya grup dukungan 'Gerakan 10 Juta Like Mandat Rakyat untuk Gatot Nurmantyo' di Facebook. Ia mengucapkan terima kasih.

"Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan teman-teman, para relawan," tulis Gatot lewat akun Twitter dan Facebook resminya seperti dilihat detikcom, Jumat (13/4).

"Sekali lagi terima kasih dan saya bangga atas inisiatif para relawan yang tengah berjuang untuk Negara, Bangsa, dan Rakyat Indonesia. Lanjutkan Perjuangan. #Satukanhatiuntukindonesia. Wassalamualaikum wr.wb. Salam Bangga dari rekan seperjuanganmu, Gatot Nurmantyo," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3