Warga Protes Klaim Tanah Grand Sultan di Medan, Plang Dicabut-Gubuk Dibakar

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 11:33 WIB
Warga di Medan protes soal klaim tanah Grand Sultan (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Warga di Medan protes soal klaim tanah Grand Sultan (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Warga di Sari Rejo, Medan, menggelar aksi protes terhadap klaim tanah Grand Sultan seluas 260,44 hektare. Protes dilakukan karena klaim tanah tersebut dinilai termasuk lingkungan rumah warga yang proses sengketa dengan pemerintah disebut telah selesai.

Pantauan detikcom di Jalan Padang Golf, Medan, pukul 11.00 WIB, Rabu (26/8/2020), terlihat sejumlah warga mendatangi lokasi tanah yang disebut warga diklaim oleh Grand Sultan. Di lokasi itu, terlihat ada spanduk bertuliskan 'Tidak ada Grand Sultan di Kelurahan Sari Rejo Polonia Medan'.

Satu mobil pikap berisi pengeras suara terlihat ada di lokasi. Warga tampak mencabut plang berisi tulisan soal luas dan hak milik tanah tersebut.

"Tanah ini seluas 260,44 Ha adalah kepunyaan ahli waris Drs Djalaloedin Ali Idroes SH. Alas hak: Grand Sultan No. 12 thn 1900 dengan surat pengakuan Sultan Deli Tengku Azhi Perkasa Alam tertanggal 20-09-1997. Letak tanah, Kelurahan Sari Rejo, Kelurahan Suka Damai, Kec. Medan Polonia Kota Medan Prov. Sumut," demikian isi plang tersebut.

Warga di Medan protes soal klaim tanah Grand Sultan (Ahmad Arfah-detikcom)Warga di Medan protes soal klaim tanah Grand Sultan (Ahmad Arfah-detikcom)

Warga juga membakar gubuk yang ada di lokasi. Salah satu warga yang mengikuti aksi, Rudolf Naibaho, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena keberatan dengan klaim tersebut.

"Jadi masyarakat Sari Rejo datang kemari adalah keberatan mengenai adanya plank yang dipajang oleh turunan ahli waris daripada Pak Djalaloedin, yang mana merupakan ahli waris dari Sultan. Yang mana dalam hal ini dalam plang itu dicantumkan, bahwa 260 hektare adalah milik keturunan daripada Sultan. Dalam hal ini warga yang keberatan karena merasa 260 hektare itu masuk dalam lingkungan rumahnya juga, yang mana dari segi sengketa antara pemerintah dengan warga Sari Rejo udah selesai," ujar Rudolf.

Dia mengatakan ada bagian tanah yang diklaim itu merupakan objek sengketa antara dua pihak. Menurut Rudolf, kedatangan mereka bukan terkait sengketa itu, melainkan soal klaim tanah 260 hektare milik Grand Sultan yang masuk ke lingkungan rumah warga.

Warga di Medan protes soal klaim tanah Grand Sultan (Ahmad Arfah-detikcom)Warga di Medan protes soal klaim tanah Grand Sultan (Ahmad Arfah-detikcom)

"Kenapa masih ada orang yang mengklaim seperti itu. Tapi dalam hal ini ada juga sengketa lain antara Bu Samsiah dan Ginting. Nah warga Sari Rejo tidak terkait dalam hal itu. Aksi kali ini bukan ditunggangi Samsiah ataupun Ginting. Bahwa sengketa kepemilikan selesaikan di pengadilan. Kami hanya soal ini dan aksi ini sudah terealisasi," ujarnya.

Dia mengatakan warga mendapat kabar kalau pihak yang mengklaim tanah tersebut memang keturunan Sultan. Namun, dia mengaku belum mengetahui benar tidaknya klaim keturunan Sultan tersebut.

"Kita nggak punya keabsahan untuk mengakui itu," ujarnya.

Simak juga video 'Pembongkaran Bangunan Liar di Mojokerto Diwarnai Perlawanan':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)