Tak Didukung DPP, Ketua F-Golkar DPRD Dumai Cari Parpol Lain untuk Pilkada

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 09:59 WIB
Ilustrasi Bendera Golkar/Antarafoto
Ilustrasi Bendera Golkar (Antara Foto)
Dumai -

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Dumai, Syarifah, mengaku kecewa karena tak diusung partainya untuk maju di Pilkada Dumai 2020. Golkar disebut memberikan dukungan kepada Paisal-Amris untuk maju di Pilkada Dumai.

"Sebagai kader murni yang dibesarkan dan membesarkan Partai Golkar saya kecewa dengan keputusan itu. Golkar tidak mengutamakan kadernya sendiri yang berjuang dari bawah," ujar Syarifah kepada wartawan, Rabu (26/8/2020).

Syarifah mengaku telah mengikuti proses penjaringan yang digelar Golkar sebagai calon wakil wali kota untuk bisa berpasangan dengan, Eko Suharjo, yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Dumai. Menurutnya, DPD Golkar Riau telah mengusulkan Eko-Syarifah ke DPP.

"Saya menyayangkan, DPP tidak menghargai pengkaderan dari bawah," ujarnya.

Dia juga menjelaskan alasannya ingin berpasangan dengan Eko. Salah satunya adalah kursi Golkar di DPRD Dumai berjumlah tiga dan harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat dukungan.

Eko sendiri berasal dari Demokrat yang punya 5 kursi di DPRD. Jika Golkar dan Demokrat berkoalisi, menurutnya, syarat minimal dukungan dari partai dengan jumlah 6 kursi di DPRD sudah terpenuhi.

"Tapi sepertinya pengurus DPP dan DPD I Riau punya pilihan yang lain. Silakan saja. Kita lihat hasilnya," ujarnya.

Syarifah pun mengaku tetap berusaha maju di Pilkada Dumai. Salah satu modalnya, kata Syarifah, adalah komunikasi intens dan baik dengan Eko serta Partai Demokrat. Butuh satu kursi lagi jika bakal paslon ini ingin maju ke Pilkada Dumai.

"Ini yang sedang saya usahkan. Semoga dimudahkan Allah SWT," jelasnya.

Dia mengatakan telah menyiapkan perangkat untuk pemenangannya jauh-jauh hari. Syarifah mengaku enggan menggerakkan tim yang dibentuknya untuk memenangkan orang lain.

"Perangkat dan mesin perang saya sudah siap. Masa, saya kasih ke orang lain. Mending saya pakai sendiri," ujarnya.

"Saya kecewa. Tapi ini yang membuat saya bertambah semangat maju pilkada," pungkasnya.

(cha/haf)