Deretan Pembunuhan-pembunuhan Sadis yang Tewaskan Sekeluarga

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 13:06 WIB
Empat orang dalam satu keluarga ditemukan tewas membusuk di rumah mereka, Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Sukoharjo. Saat ini rumah tersebut digaris polisi.
TKP pembunuhan sadis tewaskan sekeluarga di Sukoharjo (Foto: Bayu Ardi Isnanto)

3. Fransiskus Tembak Istri dan 2 Anaknya di Palembang

Kasus tewasnya sekeluarga di Palembang ini turut menyita perhatian. Fransiskus, si kepala keluarga, tega menghabisi nyawa istri dan 2 anaknya. Akhirnya, si pelaku juga bunuh diri setelah itu.

Kasus ini terjadi pada 24 Oktober 2018, sekitar pukul 03.00 WIB, di Kompleks Villa Kebon Sirih, Bukit Sangkal, Kalidoni, Kota Palembang. Berikut ini fakta kasus tersebut sebagaimana dirangkum detikcom, Rabu (31/10/2018):

Korban
1. Istri, Margareth (43), ditembak Fransiskus.
2. Anak, Rafael (18), ditembak Fransiskus.
3. Anak, Ketty (11), ditembak Fransiskus.
4. Fransiskus Xaverius Ong (45) menembak kepala sendiri.
5. 2 ekor anjing dalam kondisi mati di dekat kamar mandi.

Fransiskus menghabisi nyawa keluarganya dengan senjata api jenis revolver. Selain itu, ia menulis 'surat perpisahan' dan mengirim pesan terakhir di grup WA.

Motif kasus ini adalah perceraian dan utang Rp 8,9 miliar. Selain masalah utang, polisi menyebut adanya permasalahan lain yang saat itu dihadapi Fransiskus.

4. Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

Pembunuhan sadis yang menimpa keluarga Daperum Nainggolan terjadi pada Senin (12/11/2018) malam. Pelaku, Haris Simamora, mengaku menghabisi nyawa kerabatnya karena dendam sering dihina tak berguna.

Pembunuhan sadis ini berawal dari kecurigaan seorang saksi. Saksi ini mulanya melihat gerbang kontrakan yang menyatu dengan rumah korban terbuka pada pukul 03.30 WIB, Selasa (13/11/2018).

Saksi yang sama kembali datang ke rumah korban sekitar pukul 06.30 WIB. Karena curiga, saksi membuka jendela dan melihat korban suami-istri sudah tergeletak.

Hinaan itu, menurut pengakuan Haris, cukup sering dilontarkan. Haris sakit hati, lalu merencanakan pembunuhan.

"Sekitar pukul 23.00 WIB, dia melakukan aksinya. Pas mereka tidur, dia ke belakang, bawa HP. Dia sudah sering ke situ, dia tahu tempat perkakas di mana, dia lihat linggis. Akhirnya linggis dipakai untuk itu," kata Irjen Argo Yuwono yang saat itu masih berpangkat Kombes serta menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya,

Haris pertama-tama membunuh sang kepala keluarga, Daperum Nainggolan. Dia kemudian membunuh istri Daperum, Maya Ambarita.

Saat Haris membunuh Daperum dan Maya, kedua bocah itu terbangun dan bertanya 'ada apa' kepada Haris. Kepada kedua bocah, Haris mengatakan ibu mereka sedang sakit. Haris diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Maya Ambarita.

"Anaknya lalu balik lagi (ke kamar). Dia menidurkan, kemudian mencekik," ujar Argo.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4