Deretan Pembunuhan-pembunuhan Sadis yang Tewaskan Sekeluarga

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 13:06 WIB
Empat orang dalam satu keluarga ditemukan tewas membusuk di rumah mereka, Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Sukoharjo. Saat ini rumah tersebut digaris polisi.
TKP pembunuhan sadis tewaskan sekeluarga di Sukoharjo (Foto: Bayu Ardi Isnanto)

1. Pembunuhan Sekeluarga di Pulomas

Kasus bermula saat Ridwan Sitorus dkk merampok rumah Dodi Triono pada penghujung 2016. Mereka menyekap 11 penghuni, sehingga 6 di antaranya tewas. Keenam orang itu adalah:

1. Dodi
2. Diona Andra Putri (putri pertama Dodi dari mantan istri kedua)
3. Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun, putri ketiga Dodi dari mantan istri kedua)
4. Amalia Calista (teman Gemma)
5. Yanto (sopir)
6. Tarso (sopir)

Seluruh korban ditemukan di sebuah kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter dalam keadaan terkunci. Setelah kamar mandi dibuka, ditemukan ada 6 orang tewas dengan kondisi luka tusuk. Sedangkan ada 5 orang lainnya yang masih hidup dan dilarikan ke rumah sakit.

Para pelaku, yakni Ridwan dan Erwin Situmorang, dapat dibekuk. Sedangkan pelaku lainnya, Ramlan Butarbutar, tertembak hingga tewas karena mencoba melawan saat ditangkap.

Singkat kata, Ridwan dan Erwin sudah menjalani persidangan dan pada 17 September 2017. PN Jaktim menjatuhkan hukuman mati kepada Ridwan dan Erwin. Hukuman mati itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Para terpidana mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung tapi ditolak.

"Menolak kasasi Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus dkk," demikian dilansir website MA sebagaimana dikutip detikcom, Selasa (13/11).

2. Kartel Narkoba Bakar 1 Keluarga di Makassar

Kasus ini berawal dari Daeng Ampuh (napi narkoba) yang berniat membunuh Fahril. Sebab, Fahril memiliki utang penjualan narkoba ke Daeng Ampuh. Daeng lalu menyuruh anak buahnya menghabisi nyawa Fahril.

Caranya, membakar rumah Fahril. Tapi lima orang lainnya yakni H Sanusi (75), Hj Bondeng (70), Hj Musdalifa (40), Hijas (6), Mira (18) yang berada di rumah tersebut ikut mati terpanggang.

Enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Daeng Ampuh sebagai otak pembunuhan ini memberikan instruksi untuk membunuh Fahril dari dalam selnya di LP Makassar.

Namun Daeng Ampuh mengakhiri hidupnya dari dalam sel. Daeng Ampuh tewas dengan melilitkan borgol ke lehernya.

"Pada hari ini telah ditemukan korban meninggal dunia atas nama Akbar alias Ampuh (32) di ruang isolasi Lapas Makassar. Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB pagi," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono di Lapas Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Senin (22/10/2018).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4