Ada Wacana Pendidikan Militer Mahasiswa, Bagaimana Wamil di Negara Tetangga?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 11:32 WIB
A tank fires during the Zapad-2017 war games, held by Russian and Belarussian servicemen, at an undisclosed location in Belarus, September 16, 2017. Picture taken September 16, 2017. Vayar military information agency/Belarussian Defence Ministry/Handout via REUTERS  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVE.
Gambar ilustrasi tak berhubungan dengan berita: Zapad 2017 war games, latihan gabungan strategis melibatkan pasukan militer Rusia dan Belarus. (Reuters)
Jakarta -

Pemerintah mewacanakan pendidikan militer untuk mahasiswa. Di negara-negara tetangga, bukan cuma pendidikan militer yang berlaku, tapi juga wajib militer (wamil).

Wacana pendidikan militer untuk mahasiswa disampaikan oleh pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pendidikan militer menuju Komponen Cadangan (Komcad) ini memang bukan wajib militer.

"Komcad ini bukan wajib militer," kata Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Trenggono, Minggu (16/8).

Meski bukan wajib militer, mahasiswa nanti bakal mendapat pendidikan militer selama enam bulan. Pendidikan militer akan masuk dalam satuan kredit semester (SKS).

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti TrenggonoWakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono (Citra Nur Hasanah/20detik)

"Nanti, dalam satu semester, mereka bisa ikut pendidikan militer. Nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan," ujarnya.

Pendidikan militer adalah wujud kecintaan milenial terhadap negara. Ini juga bela negara.

"Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur," kata Wahyu.

Tonton juga video 'Mahasiswa Adukan Mendikbud Nadiem ke Komnas HAM':

[Gambas:Video 20detik]



Negara-negara tetangga malah lebih berat lagi. Bukan hanya pendidikan militer, tapi mereka punya wajib militer dan semacamnya. Berikut adalah kilasannya:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5