Wamenhan Ingin Ada Pendidikan Militer untuk Mahasiswa, Ini Kata Kemdikbud

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 13:29 WIB
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam (Foto: Siti Fatimah)
Jakarta -

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono, menginginkan mahasiswa bisa mengikuti pendidikan militer dalam satu semester perkuliahan. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam menanggapi wacana tersebut dengan berbicara mengenai komponen cadangan pertahanan negara.

"Dalam UU 23/2019 tentang sumber daya nasional untuk pertahanan negara, salah satunya mengamanahkan tentang hak WNI untuk menjadi komponen cadangan," kata Nizam lewat pesan singkat, Senin (17/8/2020).

Nizam mengatakan hak WNI untuk menjadi komponen cadangan itu ada dalam skema kampus merdeka. Sedangkan untuk program lain terkait kepemimpinan dan bela negara, Kemendikbud dan Kemenhan akan membahasnya lebih lanjut.

"Hak tersebut kita penuhi melalui skema kampus merdeka. Sehingga mahasiswa dapat mengambil haknya untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara. Selain itu program-program kepemimpinan dan bela negara yang bagus akan kita kerjasamakan dengan Kemenhan," ujar Nizam.

Perihal wacana pendidikan militer satu semester mahasiswa ini disampaikan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono dalam sebuah diskusi online yang disampaikan melalui siaran pers, Minggu (16/8/2020). Trenggono mengatakan nantinya mahasiswa bisa mengikuti pendidikan militer yang nilainya bisa dimasukkan ke dalam SKS yang diambil.

"Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan. Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya," kata Wahyu.