MAKI Ungkap Tommy Sumardi Dekati Irjen Napoleon, Begini Alurnya

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 11:00 WIB
Djoko Tjandra Dipindah dari Bareskrim ke Lapas Salemba
Djoko Tjandra kala ditahan Bareskrim Polri (Foto: dok Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Dugaan penghapusan red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra belum diungkap gamblang oleh Bareskrim Polri. Seperti apa peran para tersangka dalam kasus ini?

Bareskrim Polri telah menetapkan 4 tersangka, yaitu Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai pemberi suap serta Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai penerima suap. Polri hanya menyampaikan ada barang bukti yang disita sebesar USD 20 ribu.

Di sisi lain, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) yang getol mengawal kasus ini sedikit membeberkan ihwal perkara ini. Boyamin Saiman selaku koordinator MAKI menyampaikan alur urusan penghapusan red notice itu.

"Jadi alurnya diduga begini, TS (Tommy Sumardi) mendatangi Brigjen PU (Prasetijo Utomo) untuk minta diperkenalkan kepada pejabat di Mabes Polri di Divisi Hubinter (Hubungan Internasional) yang membawahi NCB-Interpol tersebut adalah NB (Napoleon Bonaparte) yang sekarang sudah dinyatakan tersangka oleh Bareskrim Polri," ujar Boyamin kepada wartawan, Rabu (19/8/2020).

Boyamin mengatakan Tommy Sumardi-lah yang aktif melakukan lobi berkaitan dengan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Padahal, menurut Boyamin, permintaan terkait red notice itu berada di tangan kejaksaan yang menangani Djoko Tjandra sebagai terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

"Red notice itu tidak gampang dihapuskan dan juga sebenarnya bukan kewenangan dari NCB-Interpol karena yang melakukan daftar pencarian orang berkaitan dengan kaburnya DT (Djoko Tjandra) adalah kejaksaan," ucap Boyamin.

"Nah di sini dugaannya TS itu kemudian memberikan ucapan terima kasih kepada BJP PU uang sejumlah 20.000 dolar Amerika. Nah berapa kemudian yang diduga TS kepada NB ya saya belum bisa memastikan jumlahnya tapi diduga lebih besar dari yang diterima oleh BJP PU," imbuhnya.

Boyamin mengatakan kedatangan Tommy Sumardi ke ruangan Brigjen Prasetijo terekam kamera CCTV. Dia menduga ada pemberian uang dari Tommy Sumardi ke Irjen Napoleon setelahnya.

"Dari rekaman CCTV ada yang memperlihatkan TS mendatangi kantor BJP PU dan mengantarkan ke ruangan NB," ujar Boyamin.

"Proses dugaan pemberian uang itu BPJ PU didatangi oleh TS dalam keadaan membawa tas, misalnya, dan kemudian keluar dari ruangan PU masih membawa tas tersebut tapi kemudian ketika mendatangi ruangan NB masih membawa tas tapi keluarnya sudah tidak membawa tas," imbuhnya.

Di sisi lain, Boyamin berharap Bareskrim menggali keterangan Prasetijo lebih jauh. Bahkan, Boyamin meminta agar Prasetijo ditetapkan sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator.

"Saya mengharapkan Bareskrim untuk menjadikan BJP PU sebagai justice collaborator karena apa, karena atas dasar pengakuan-pengakuannyalah kemudian perkara dugaan korupsi dalam penghapusan red notice ini menjadi terungkap, justru setahu saya BJP PU itu mengatakan apa adanya, katakanlah mengakui dugaan ada aliran dana kepada yang bersangkutan sebesar 20.000 dolar Amerika itu tadi, karena setahu saya BJP PU merasa itu tidak ada kaitannya dengan apapun dan itu dianggap sebagai uang pertemanan antara TS dengan BJP PU, karena keduanya sudah berteman lama," kata Boyamin.

Mengenai hal itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan saat ini penyidik tengah berfokus pada penanganan kasus. Kemungkinan soal justice collaborator itu disebut Awi akan dilihat kemudian.

"Kan semua kita komprehensif kita periksa dan kita tersangkakan semua oleh penyidik. Kita lihat saja semua nanti," sebut Awi pada hari ini.

Tonton video 'MAKI Ungkap Alur Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/fjp)