ADVERTISEMENT

Sejarah Lomba Makan Kerupuk dan Panjat Pinang yang Kini Hilang Saat Pandemi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 11:48 WIB
172 Batang Pohon Pinang Meriahkan HUT RI ke 72

Ratusan warga mengikuti panjat pinang Kolosal dalam rangka merayakan HUT ke 72 RI di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Kamis (17/8). Sebanyak 172 batang pohon pinang disediakan untuk warga dengan berbagai macam hadiah menarik. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi (Lomba panjat pinang tahun 2017) (Grandyos Zafna/detikcom)

Akibat sejarahnya ini, Pemkot Kota Langsa, Aceh, sempat melarang lomba panjat pinang pada perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia tahun lalu.

Larangan tersebut tertulis dalam surat Instruksi Wali Kota Langsa bernomor 450/2381/2019 tentang peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019.

Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan oleh sejarawan dari Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong. Menurut Anhar, tidak benar jika panjat pinang disebut sebagai warisan Belanda.

"Tidak benar itu. Itu adanya sekitar tahun 1960-an. Itu hampir serentak di kecamatan-kecamatan di Indonesia," kata Anhar saat dihubungi detikcom, Jumat (16/8/2019).

Dihubungi terpisah, sejarawan LIPI Asvi Warman Adam menjelaskan tak ada yang salah dengan panjat pinang. Walaupun akar sejarahnya dari zaman kolonial Belanda.

"Kalaupun itu sudah ada sejak zaman kolonial, apa salahnya diteruskan sebagai hiburan. Tidak semua warisan kolonialisme itu buruk. Sekolah dan rumah sakit contohnya. Keduanya merupakan warisan Belanda," ujarnya kepada detikcom, Jumat (16/8/2019).

Lalu bagaimana dengan sejarah lomba makan kerupuk? Sejarah lomba ini terbilang lebih heroik ketimbang sejarah panjat pinang.

Sejarawan dan penulis buku 'Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia', Fadly Rahman menuturkan bahwa lomba makan kerupuk dimulai pada masa 1950-an.

Pada masa tersebut, lanjut Fadly, kondisi politik dan keamanan negara sudah mulai kondusif, usai masa perang agresi militer 1945 hingga 1950-an, sehingga rakyat masih harus disibukkan oleh usaha memperjuangkan kemerdekaannya.

Masyarakat kota Bekasi ikut berbahagia dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-70 tahun. VidaFest 2015 digelar dengan mengusung tajuk 'Bahagia di Bekasi' yang diisi beberapa kegiatan diantaranya ada beragam perlombaan tradisional dan kelas memasak untuk ibu-ibu masyarakat sekitar yang memanfaatkan hasil tanaman healthy dari kebun sendiri. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)Ilustrasi (lomba makan kerupuk sebelum pandemi Corona) (Rachman Haryanto/detikcom)

Masyarakat tidak sempat merayakan kemerdekaan Indonesia dengan beraneka macam perlombaan dan perayaan meriah. Namun pada 1950-an mulai bermunculan lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

"Bahkan Bung Karno kala itu mendukung kegiatan-kegiatan hiburan rakyat seperti perlombaan-perlombaan ini," kata Fadly saat dihubungi, Sabtu (15/8/2020).



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT