Bareskrim Akan Periksa Irjen Napoleon yang Diduga Terima Suap Djoko Tjandra

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 20:13 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono,
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Foto: dok. Polri)
Jakarta -

Bareskrim Polri akan memeriksa mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte. Jenderal bintang dua itu akan diperiksa sebagai tersangka penerima suap Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

"Nanti akan diperiksa sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020).

"Sampai sekarang kan belum kita periksa sebagai tersangka," imbuh dia.

Sebelumnya, Argo mengungkapkan penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan dua perwira tinggi (pati) Polri sebagai penerima suap Djoko Tjandra. Selain Irjen Napoleon, disebut juga nama Brigjen Prasetijo Utomo.

"Selaku penerima yang kami tetapkan tersangka adalah Saudara PU, kemudian yang kedua Saudara NB. Selaku penerima, kita kenakan Pasal 5 ayat 2, kemudian Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto 55 KUHP," ungkap Argo.

Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus cessie Bank Bali yang jadi buron selama 11 tahun. Djoko Tjandra akhirnya ditangkap berkat kerja sama police to police (P2P) antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

PDRM menyerahkan Djoko Tjandra kepada Polri. Penjemputan Djoko Tjandra dari Malaysia dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. Djoko Tjandra diterbangkan langsung ke Tanah Air.

Setiba di Indonesia, Djoko Tjandra digiring ke Rutan Salemba Cabang Mabes Polri. Dia lalu dipindahkan ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat (Jakpus).

(aud/aud)