Round-Up

Banjir Tuduhan ke Kasat Reskrim Selayar Usai Pelecehan Polwan Tersebar

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 05:01 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual (iStock)
Jakarta -

Nasib Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar Iptu AM bagai di ujung tanduk. Belum tuntas kasus dugaan pelecehan terhadap Polwan, Iptu AM dilaporkan atas sejumlah kasus lain.

Terbaru, Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud mengungkapkan beberapa kasus lain yang membelit Iptu AM.

"5 LP (laporan polisi)," kata Temmangnganro Machmud kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Namun, menurut Temmangnganro, Iptu AM tercatat memiliki 5 laporan polisi di Polres Selayar.

"Ada pemerasan, membangun villa di dalam kawan (kawasan) hutan produksi terbatas, 2 LP pelecehan dengan kata-kata yang melanggar kesusilaan dan 1 pencemaran nama baik suami polwan yang dituduh melakukan perbuatan asusila," beber Temmangnganro.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menambahkan Iptu AM telah ditetapkan sebagai tersangka khusus untuk kasus pemerasan.

"Untuk pemerasannya (sudah) tersangka," ujar Ibrahim.

Ibrahim belum membeberkan lebih lanjut mengenai kasus pemerasan tersebut. Ibrahim juga tak menampik Kasat Reskrim Polres Selayar memang tersandung sejumlah masalah.

"Informasinya sih banyak masalah dia bikin di sana," terang Ibrahim.

Namun Ibrahim menegaskan bahwa Propam Polda Sulsel akan menangani kasus terkait Kasat Reskrim Polres Selayar tersebut secara optimal. Hal itu terbukti dengan Propam Polda Sulsel langsung melakukan klarifikasi awal.

Iptu AM sebelumnya dilaporkan karena mengucapkan kata-kata tidak pantas sebagai bentuk pelecehan verbal terhadap beberapa Polwan.

Polisi menyebut ada 3 orang Polwan yang melaporkan Kasat Reskrim Polres Selayar sebagai korban pelecehan seksual via verbal. Pelecehan itu disebut terjadi pada 2017 dan 2020.

Ketiga Polwan yang melapor sebagai korban tersebut merupakan Polwan yang bertugas di Polres Selayar alias bawahan sang Kasat Reskrim. Ibrahim menyebut kasus ini kini sedang didalami Propam Polda Sulsel.

Selanjutnya
Halaman
1 2