Kompolnas: Polisi yang Lakukan Dugaan Pelecehan Seksual Tak Patut Dimediasi

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 08:31 WIB
A young woman protects herself by hand
Ilustrasi (Foto: iStock)
Selayar -

Dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan Kasat Reskrim Polres Selayar kepada sejumlah Polwan saat ini sedang dalam tahap mediasi. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai langkah itu tak patut dilakukan.

"Sebagai anggota Polri yang melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap siapa pun, maka tidaklah patut jika diselesaikan dengan mediasi, kecuali memang perkaranya misalnya abu-abu. Artinya, antara pelaku dan korban ada sejarah hubungan khusus. Kalau memang abu-abu, juga bukan dengan mediasi penyelesaiannya, akan tetapi tetap dengan mekanisme KKEP serta pemidanaan jika ada delik aduannya," kata komisioner Kompolnas Andrea H Poelongan kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Andrea mengatakan, jika benar adanya pelecehan seksual, anggota Polri tersebut harus diberhentikan secara tidak hormat. Kemudian bisa dilanjutkan dengan penyidikan secara pidana.

"Jika memang kasus dugaan pelecehan seksual itu ada dan kemudian memang terbukti, maka oknum kasat reskrim tersebut sudah melanggar kode etik, khususnya melanggar kesusilaan. Untuk hal tersebut, jika memang demikian, sudah layak diputus dalam sidang KKEP, berupa pemberhentian tidak dengan hormat," ujarnya.

"Akan tetapi, jika memang terbukti juga melakukan dugaan pelecehan seksual, saya pikir sudah patut yang bersangkutan dijatuhi dengan penyidikan pidana. Biar nanti hakim di pengadilan yang mengadili dan memvonisnya," lanjut Andrea.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Selayar diberhentikan sementara waktu terkait adanya laporan dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah Polwan. Pemberhentian sementara bertujuan memudahkan pihak Propam Polda Sulawesi Selatan menginvestigasi kasus ini.

"Penyelidikan perkara ini akan ditangani (Propam) Polda, pemberhentian sementara untuk pemeriksaan," kata Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud kepada detikcom, Selasa (11/8).

Pihak Propam Polda Sulawesi Selatan telah menerima informasi langsung terkait dugaan pelecehan seksual kasat reskrim tersebut. Kini penyelidikan akan segera dilakukan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Ibrahim Tompo meminta kepada semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan karena kebenarannya masih akan diselidiki. Sikap ini disebut Ibrahim bisa membantu informasi tidak bias sehingga penilaian masyarakat bisa sesuai dengan porsinya saja.

"Belum (bisa) dipastikan sebelum klarifikasi. Jadi baru mau dicek kebenaran tersebut," kata Ibrahim kepada wartawan, Senin (10/8).

Tonton juga video 'Buruh di Subang Berkali-kali Sodomi Dua Bocah Tetangganya':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/isa)