Selain Pelecehan Polwan, Kasat Reskrim Selayar Dilaporkan Sejumlah Kasus Lain

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 13:22 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi (Foto: dok. iStock)
Selayar -

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar Iptu AM ternyata bukan hanya terjerat kasus pelecehan seksual secara verbal kepada Polwan. Dia juga dilaporkan atas sejumlah kasus lain, salah satunya kasus pemerasan, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Lima LP (laporan polisi)," ucap Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Iptu AM awalnya hanya dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual via verbal kepada tiga Polwan di Polres Selayar. Belakangan, diketahui Iptu AM ternyata memiliki lima laporan polisi di Polres Selayar.

"Ada pemerasan, membangun vila di dalam kawan (kawasan) hutan produksi terbatas, dua LP pelecehan dengan kata-kata yang melanggar kesusilaan, dan satu pencemaran nama baik suami Polwan yang dituduh melakukan perbuatan asusila," beber AKBP Temmangnganro.

Khusus untuk kasus pemerasan, Iptu AM telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk pemerasannya (sudah) tersangka," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Rabu (12/8).

Ibrahim tak menampik Kasat Reskrim Polres Selayar memang tersandung sejumlah masalah.

"Informasinya sih banyak masalah dia bikin di sana," terang Ibrahim.

Namun Ibrahim menegaskan Propam Polda Sulsel akan menangani kasus terkait Kasat Reskrim Polres Selayar tersebut secara optimal. Hal itu terbukti dengan Propam Polda Sulsel langsung melakukan klarifikasi awal.

"Jadi yang bersangkutan sudah dilakukan pendalaman, baru pemeriksaan awal saja. Memang pemeriksaan awal ini kan harus ada beberapa versi yang harus diambil," kata Ibrahim.

(nvl/nvl)