Ini Alasan Kejagung Cabut Pedoman 'Periksa Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung'

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 10:34 WIB
Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono mengumumkan keputusan atas pemeriksaan jaksa Pinangki, di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (Luqman Nurhadi/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi mencabut Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 tentang tata cara pemanggilan pemeriksaan jaksa yang diduga melakukan tindak pidana. Apa alasan Jaksa Agung mencabut pedoman itu?

"Semalam juga saya sampaikan bahwa Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 tersebut oleh Bapak Jaksa Agung telah dicabut, dengan alasan terbitnya Pedoman Nomor 7 tersebut menimbulkan disharmoni sesama atau aparat terkait dan pemberlakuannya dirasa kurang tepat," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Hari menjelaskan pedoman yang juga mengatur tentang 'periksa jaksa harus seizin Jaksa Agung' masih perlu disempurnakan, meskipun sebelum diterbitkan pedoman ini telah dikaji cukup lama.

"Oleh karena itu, dikaitkan pula dengan UU Kejaksaan, khususnya Pasal 8 ayat 5, dikaitkan juga dengan dan putusan MK, maka pedoman tersebut masih perlu disempurnakan. Sebetulnya pedoman tersebut sudah dikaji cukup lama, tapi perkembangan menunjukkan adanya dinamika penanganan permasalahan hukum, sehingga perlu dilakukan harmonisasi dan sinkronisasi lagi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejagung telah mencabut Pedoman Nomor 7 tentang 'periksa jaksa harus seizin Jaksa Agung'. Hal ini dilakukan setelah menuai kritik dari berbagai pihak.

Pencabutan pedoman ini berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 163 Tahun 2020 tanggal 11 Agustus 2020 tentang Pencabutan Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Izin Jaksa Agung atas Pemanggilan, Pemeriksaan, Penggeledahan, Penangkapan dan Penahanan terhadap Jaksa yang Diduga Melakukan Tindak Pidana.

"Hari ini, 11 Agustus 2020, Jaksa Agung RI Burhanuddin dengan pertimbangan telah menimbulkan disharmoni antar-bidang tugas sehingga pemberlakuannya saat ini dipandang belum tepat, dengan ini Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Izin Jaksa Agung atas Pemanggilan, Pemeriksaan, Penggeledahan, Penangkapan dan Penahanan terhadap Jaksa yang Diduga Melakukan Tindak Pidana, dinyatakan dicabut," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Untuk diketahui, Pedoman 7/2020 berisi empat bab, yakni pendahuluan, tata cara perolehan izin Jaksa Agung, pelaporan, dan penutup. Tertulis pedoman tersebut dibuat sebagai acuan terhadap pemberian izin Jaksa Agung atas pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan terhadap jaksa yang diduga melakukan tindak pidana. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (5) UU 162004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Tonton video 'Jaksa Pinangki Ditahan Usai jadi Tersangka Kasus Djoko Tjandra':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2