Round-Up

Manuver Baru Bos First Travel

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 07:24 WIB
Sidang Lanjutan Bos First Travel

Ketiga bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan menjalani sidang lanjutan hari ini di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (19/3/2018).
 Sidang hari ini beragendakan pemeriksaan saksi sebanyak 13 orang dari pegawai First Travel atau anak buah Anniesa. Grandyos Zafna/detikcom
Bos First Travel (kiri-kanan): Kiki Hasibuan, Anniesa Hasibuan, dan Andika Surachman (Grandyos Zafna/detikcom)

Anggota tim kuasa hukum DNT Lawyers lainnya, Pahrur Dalimunthe, menegaskan negara tidak berhak menyita dan merampas aset First Travel. Menurutnya, aset tersebut seharusnya dikembalikan kepada pihak yang memiliki hak.

"Seharusnya secara hukum di dalam KUHAP, itu (aset) dikembalikan kepada yang berhak. Jadi disita, kemudian dikembalikan kepada yang berhak. Dalam perkara ini, apakah negara yang berhak? Pasti jawabannya tidak," ucap Pahrur.

Tak hanya itu, Pahrur juga mengatakan banyak aset kliennya yang tidak berkaitan dengan kasus tindak pidana tapi ikut dirampas negara. Menurutnya, ada sejumlah barang mewah yang dimiliki kliennya sebelum 2015.

"Selanjutnya yang paling menentukan juga adalah ini banyak harta-harta klien kita, banyak ya, bukan satu-dua ya. Itu termasuk mobil-rumah yang selama ini digembar-gemborkan mewah itu, itu ternyata diperoleh jauh sebelum tindak pidana itu dilakukan," ujar Pahrur.

"Tindak pidana dituduh 2015 sampai 2017, harta-harta itu kita cek satu per satu aktanya itu diperoleh dari 2009 sampai 2014, termasuk rumah mewah itu. Ternyata itu disita. Padahal hukumnya bilang yang dapat disita dan dirampas adalah hasil tindak pidana," imbuhnya.

Kekeliruan lain yang terjadi di kasus First Travel, kata Pahrur, adanya oknum lain yang mendapat pengembalian aset dari kasus tersebut. Dia menegaskan seharusnya aset dikembalikan kepada pihak yang memiliki hak terhadap aset itu.

Bos First Travel, Andika Surachman-Anniesa Hasibuan, tersangka kasus penipuan perjalanan ibadah Umrah punya sejumlah harta yang. Apa saja hartanya?Salah satu aset bos First Travel (Foto: dok detikcom)

"Salahnya lagi, kelirunya lagi, harta itu ada yang disita, kemudian dikembalikan kepada yang bukan berhak. Ada oknum yang bisa dilihat di putusannya siapa oknum yang dapat harta-harta itu. Harusnya hakimnya kembalikan kepada yang berhak dapat harta-harta itu," tegasnya.

Menurutnya, jika aset yang ada dikembalikan kepada pihak yang berhak, yaitu kliennya, Andika dapat mengupayakan untuk memberangkatkan calon jemaah umroh.

"Harusnya hukumnya dikembalikan kepada yang berhak. Kalau yang berhak ini rumah misalnya, sertifikat, siapa namanya di sini, misalnya Andika Surachman, ya dikembalikan kepada beliau. Sehingga beliau bisa melaksanakan putusan perdamaian. Dia bisa berusaha dengan harta-harta itu misalnya untuk bisa memberangkatkan. Kalaupun misalnya saat itu tidak bisa semua, bertahap. Karena memang perdamaiannya saat itu memang bertahap. Jadi itu yang akan kita minta," kata Pahrur.

Sebagaimana diketahui, kasus First Travel telah selesai. Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan dihukum masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara. Adapun Kiki Hasibuan dihukum 15 tahun penjara. Vonis itu diketok oleh PN Depok dan dikuatkan di tingkat banding dan kasasi oleh Mahkamah Agung (MA). Namun seluruh harta First Travel bukan dikembalikan ke jemaah, melainkan dirampas negara.

Hal itu terungkap dalam putusan kasasi Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 yang dilansir MA, Jumat (15/11). Putusan itu diketok oleh ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Eddy Army dan Margono.

Halaman

(jbr/idn)