Bos First Travel Ajukan PK Harta Dirampas Negara, Ini Suara Hati Jemaah Korban

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 08:17 WIB
Korban penipuan First Travel berunjuk rasa di depan gedung MA. Mereka meminta aset First Travel dikembalikan negara agar tetap dapat berangkat ke Tanah Suci.
Korban First Travel Saat Demo di Depan Mahkamah Agung (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Bos biro umroh First Travel, yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraida Hasibuan, akan mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) atas harta yang dirampas negara. Apa kata para jemaah korban First Travel?

"Iya gimana ya, karena kami kebanyakan tidak mengerti hukum sementara pengacara kami sudah meninggal dua-duanya, jadi sebenarnya kalau memang itu kita butuh banget ini, waktu itu ada pengacara negara juga kan ya, tapi kayaknya nggak banyak membantu juga, jadi kebanyakan sih memang tetap masih berharap, tapi saya pribadi sudah bingung ya," kata salah satu korban jemaah First Travel, Eni, saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Eni mengatakan memang sempat ada embusan harapan dari Kementerian Agama terkait persoalan uang umroh mereka. Namun harapan itu sirna begitu negara diserang wabah Corona.

"Ya udah kami stuck banget udah nggak ada komunikasi lagi sama sekali dengan Kementerian Agama, pas Corona itu, pas umroh ditutup itu. Jadi sampai sekarang belum ada kelanjutannya, karena bingung nggak ada yang bisa bantu apa lagi kondisi saat ini seperti ini," ucap Eni.

Dia pun berharap ada pihak yang dapat membantu persoalan mereka terutama pengembalian uang umroh jemaah. Karena menurutnya pemerintah pun bukannya membantu malah justru merampas uang tersebut.

"Iya karena kasus ini baru ini loh, inian (uang) jemaah, tapi disitanya negara gitu loh, negara bukannya bantuin kok malah diambil negara. Harapannya kalau masih bisa ada yang bantu, maksudnya dari siapapun masih punya hati nurani bantu melalui jalur hukum atau bagaimana, sebenarnya harapan utamanya kan Pak Presiden mengeluarkan apa gitu nggak ngerti saya tuh, surat keputusan dan segala macam supaya bantu korban First Travel kembalikan, jangan disita untuk negara gitu," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2