Megawati Minta Calon Kepala Daerah yang 'Langsung Maju' Belajar soal Pemerintahan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 13:26 WIB
Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan kepada awak media, Bali, Denpasar, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP di Bali kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Megawati langsung diambil sumpah jabatan di hadapan para kader.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung para calon kepala daerah yang langsung maju tanpa melalui proses berjenjang menjadi anggota legislatif. Menurut Megawati, idealnya para calon kepala daerah lebih dulu menjadi anggota DPRD agar mengenal mitranya di pemerintahan.

"Kalian yang belum pernah, ada ini saya lihat kan, mungkin hanya karena pemimpin yang tokoh, artinya terkenal, dan lain sebagainya, belum pernah masuk ke dalam sebuah proses politik. Pembelajaran paling utama kalau menurut saya di dalam menjadi orang yang masuk dalam pemerintahan, sebenarnya tata caranya harusnya itu masuk ke DPRD, DPRD II atau DPRD I, lalu ke DPR, karena itu akan punya mitra dari pemerintahan," kata Megawati, Selasa (11/8/2020).

Hal itu disampaikan Megawati saat memberi pengarahan langsung usai pengumuman rekomendasi PDIP kepada pasangan calon di 75 daerah Pilkada 2020. Megawati meminta para calon kepala daerah yang langsung maju tanpa proses yang disinggungnya itu untuk belajar soal tata kelola pemerintahan.

"Tapi kadang-kadang karena kita sangat berambisi, kita langsung, tidak tahu urusan tata pemerintahan. Untuk itu belajarlah dengan segera, belajarlah dengan keras, jangan malu bertanya mengenai perundangan, dan lain sebagainya. Orang itu perlu nanti turun ke bawah. Menurut saya, tidak ada, tidak ada cara... kalau dibilang katanya 'oh tebar uang, tebar uang', rakyat itu tidak bodoh," ujar Megawati.

Menurut Megawati, rakyat membutuhkan pemimpin yang bisa mendengar aspirasi mereka. Ia meminta para calon kepala daerah yang diusung PDIP bisa merespons suara rakyat di daerahnya.

"Saya perhatikan makin hari rakyat itu makin pintar. Dia tidak bodoh, dia berpikir. Yang tidak bisa dia lakukan adalah mengeluarkan aspirasi. Itulah hakikatnya yang harus didengarkan oleh pemimpin, aspirasi rakyat itu bagaimana, kehendaknya bagaimana, untuk bisa dilaksanakan apa tidak, cocok apa tidak," ungkapnya.

Megawati menegaskan dirinya sebagai Ketua Umum memiliki hak prerogatif untuk memilih calon-calon yang akan diusung oleh PDIP. Karena itulah, ia meminta para calon kepala daerah belajar banyak agar dicintai oleh rakyat.

"Dan saya maunya semua pemimpin yang saya pilih itu adalah dicintai oleh rakyatnya. Pasti, pasti, tidak perlu dengan segala cara, pasti dia akan dipilih dua kali. Tapi kalau tidak benar, apa boleh buat. Nah, makanya belajarlah benar-benar, pimpin rakyat dengan penuh kecintaan," tuturnya.

(azr/imk)