Bos PS Store Didakwa Menimbun dan Menjual Barang Impor Ilegal

Zunita Putri - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 16:50 WIB
Sidang perdana kasus HP ilegal bos PS Store, Putra Siregar, di PN Jaktim (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Sidang perdana kasus HP ilegal bos PS Store, Putra Siregar, di PN Jaktim. (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta -

Bos PS Store, Putra Siregar bin Imran Siregar, didakwa melakukan penimbunan, menjual, dan memberikan barang impor ilegal. Jaksa menyebut perbuatan Putra merupakan tindak pidana.

"Bahwa terdakwa Putra Siregar bin Imran Siregar menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102," ujar jaksa penuntut umum, Elly Supaini, saat membacakan surat dakwaan di PN Jaktim, Jalan Dr Sumarno, Penggilingan, Jakarta Timur, Senin (10/8/2020).

Kasus ini berawal sejak 2017 ketika Putra membuka counter handphone di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, yang menjual berbagai jenis merek handphone. Jaksa mengatakan Putra membeli barang dari seorang DPO bernama Jimmy dan mengambil barang di Batam, transaksi beli dan mengambil barang ini dilakukan sejak April 2017.

Jaksa menyebut Putra tidak sendirian dalam menjalankan usahanya. Dia kemudian menunjuk La Hata untuk mengkoordinir penerimaan barang, distribusi barang, serta menerima uang setoran penjualan sekaligus mentransfer hasil penjualan counter ke Putra setiap hari. Uang yang ditransfer setiap hari itu, kata jaksa, senilai Rp 100-300 juta.

"Di mana dari hasil penjualan handphone tersebut terdakwa memperoleh transferan yaitu berkisar antara Rp 100-300 juta setiap kali transfer yang dilakukan La Hata," ungkap jaksa.

Singkat cerita, pada 10 November 2017, Tim Penindakan dan Penyidikan Bea-Cukai Kanwil Direktorat Jenderal Bea-Cukai (DJBC) Jakarta memperoleh informasi terkait penjualan merek handphone berbagai merek yang diduga belum menyelesaikan kebijakan kepabeanannya. Kemudian tim melakukan pemeriksa dan ternyata nomor IMEI handphone yang ada di PS Store tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Saksi Frengki Tokoro dan saksi Agus Hatuaon selaku dan Penyidikan Bea Cukai Kanwil DJBC Jakarta sebagai pegawai Bea Cukai Kanwil Jakarta melakukan pengecekan secara acak terhadap nomor IMEI handphone yang ada di toko tersebut dengan menggunakan website https://kemenperin.go.id/imei," katanya.

"Bahwa kemudian setelah dilakukan pengecekan terhadap handphone yang berada di toko tersebut, diketahui IMEI handphone yang dijual oleh terdakwa melalui counter Putra Siregar Phone Shop Condet tersebut tidak terdaftar dalam database Kementerian Perindustrian," imbuhnya.

Tonton video 'Bos PS Store Putra Siregar Bongkar Rahasia Jual HP Harga Murah':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2