Riwayat Hubungan Prabowo dan PA 212

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 08:03 WIB
Bakal capres Prabowo Subianto telah menandatangani pakta integritas yang dibuat Ijtimak Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).. Usai penandatanganan, Prabowo dan para ulama bergandengan tangan bersama.
Prabowo Subianto saat menghadiri Ijtimak Ulama II pada Minggu (16/9/2018) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Selanjutnya, PA 212 juga masih mendukung Prabowo melalui Ijtimak Ulama IV. Ijtimak Ulama IV ini tetap menyimpulkan bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf sarat akan kecurangan. Mereka menolak pemerintahan yang dipimpin Jokowi-Ma'ruf.

Hubungan Prabowo dan PA 212 mulai mendingin ketika ada sinyal terkait bergabungnya Prabowo ke dalam kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi. Prabowo kemudian benar-benar masuk kabinet dan menyandang jabatan Menteri Pertahanan.

Menanggapi hal ini, Ketua PA 212 Slamet Maarif mengaku tak ingin mencampuri keputusan Prabowo itu. Dia bahkan mendoakan Prabowo agar bisa menjaga pertahanan negara dan umat.

"Kami tidak ingin mencampuri hak pribadi PS (Prabowo Subianto), jika itu keputusan yang diambil PS menjadi Menhan, kita hanya bisa mendoakan semoga ada manfaat buat pertahanan negara dan umat, tetapi secara organisasi, kami tetap berpegang pada hasil Ijtimak ulama 4, dan tidak akan rekonsiliasi dengan kekuasaan yang curang dan zalim," kata Slamet, Kamis (24/10/2019).

Hanya, pakta integritas soal kepulangan Habib Rizieq belum bisa dipenuhi Prabowo. PA 212 memilih berjuang sendiri guna memulangkan Habib Rizieq.

"Kan nggak jadi presiden. Kami akan berjuang memulangkan HRS dengan cara dan kemampuan kami sendiri," ungkap Slamet.

Hubungan Prabowo dan PA 212 pun akhirnya benar-benar telah selesai ketika Partai Gerindra bicara soal proyeksi Prabowo pada Pilpres 2024.

"Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya," ujar Slamet Ma'arif kepada wartawan, Minggu (9/8).

Slamet mengatakan banyak kader Gerindra yang lebih muda untuk memimpin Indonesia. Serta dari partai lain atau dari kalangan profesional.

"Banyak juga kader muda Gerindra yang berpotensi pimpin negeri. Dari partai lain dan profesional juga banyak yang layak pimpin negeri," kata dia.

Slamet mengatakan banyak tokoh muda yang berpotensi dicalonkan pada 2024 nanti. Seperti Sandiaga Uno, Anies Baswedan, hingga Habib Rizieq Shihab.

"Banyak tokoh muda ada SSU (Sandiaga Salahudin Uno), Wagub DKI (A Riza Patria), Gubernur DKI (Anies Baswedan), Gym, UAS (Ustaz Abdul Somad, HRS (Habib Rizieq Shihab), dan lain-lain," ungkap Slamet.


(rdp/fjp)