Round-Up

Banteng Siaga Satu Setelah Rentetan 3 Teror

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 07:59 WIB
PDIP akan menggelar Rakornas untuk menyambut HUT ke-46 pada Kamis (10/1/2019) mendatang. Ratusan bendera PDIP merahkan jalanan Jakarta.
Bendera PDIP (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

PDIP dihadapkan dengan 3 teror bom molotov dalam waktu berdekatan. Arahan siaga 1 pun disampaikan untuk kader di Jawa Barat.

Dalam dua pekan, tiga markas partai berlambang banteng itu 'diserang' orang tak dikenal menggunakan bom molotov. Lokasi yang diserang mulai dari kediaman pengurus hingga kantor DPC.

Teror bom molotov pertama terjadi di kantor PAC PDIP Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (28/7) lalu. Diketahui ada tiga kali lemparan ke kantor tersebut yang mengakibatkan kerusakan.

Sehari berselang atau pada Rabu (29/7) pukul 01.30 WIB, teror bom molotov kembali terjadi di kantor PAC Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Seperti di Megamendung, ada tiga kali lemparan ke kantor tersebut.

Terbaru, insiden pelemparan bom molotov terjadi di kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 03.00 WIB.

Rentetan teror bom molotov itu membuat DPP PDIP angkat bicara. Arahan khusus diberikan, yaitu siaga 1!

"DPP PDI Perjuangan meminta seluruh kader dan simpatisan partai khususnya di wilayah Jawa Barat untuk siaga 1 atas sejumlah pelemparan bom molotov ke kantor partai," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Tak hanya itu, PDIP mendesak polisi mengusut tuntas kasus ini. "DPP PDI Perjuangan mendesak aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional untuk menangani kasus pelemparan bom molotov di kantor partai," ungkapnya.

Tonton juga 'Anies Unggul di 2 Survei, PDIP: Hiburan di Tengah Banjir':

[Gambas:Video 20detik]

Hasto menduga ada persoalan ideologi di balik teror bom molotov ini. Baginya, serangan seperti ini justru membuat parpol jadi solid.

"Bagi PDI Perjuangan, berbagai aksi serangan yang ditujukan ke partai justru semakin membuat partai semakin solid. Partai tidak akan mudah tunduk terhadap aksi-aksi teror tersebut. Kita tetap solid," tutupnya.

(imk/imk)