Berdalih Krisis di Negaranya, WN Iran Tipu Wanita di Makassar Ratusan Juta

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 13:57 WIB
Vivi Haryono (51) korban penipuan warga negara (WN) Iran, Siavash (Hermawan-detikcom).
Vivi Haryono (51), korban penipuan warga negara (WN) Iran, Siavash (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Seorang wanita di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Vivi Haryono (51), menjadi korban penipuan setelah menjalin kasih dengan seorang warga negara (WN) Iran, Siavash. Berdalih krisis di Iran dan tidak punya pekerjaan, Siavash menipu Vivi hingga ratusan juta rupiah.

Vivi dan Siavash pertama kali bertemu pada Agustus 2018 melalui seseorang yang bernama Baback Kazeri. Hubungan keduanya berlanjut serius hingga akhirnya Siavash melamar Vivi kepada orang tua Vivi di Makassar.

"Kasus ini terjadi 2018 dan cukup pahit, cukup membuat saya masuk rumah sakit dua kali," ujar Vivi kepada wartawan di Makassar, Rabu (5/8/2020).

Vivi mengungkapkan, setelah dia dilamar oleh Siavash, keduanya menjalin hubungan pacaran yang cukup lama sembari menunggu waktu menikah. Dan pada masa pacaran itu, Vivi memberi fasilitas tempat tinggal dan keperluan lainnya.

"Siavash menyukai barang-barang bagus, parfum mahal, baju mahal. Siavash juga selalu difasilitasi biaya oleh 'stamp' paspor di Malaysia. Siavash juga pernah diberi uang USD 300 sebanyak dua kali," imbuhnya.

Vivi Haryono (51) korban penipuan warga negara (WN) Iran, Siavash (Hermawan-detikcom).Siavash bersama Vivi (Hermawan/detikcom)

Pada Januari 2019, Siavash meminta izin pulang ke negara asalnya dan berjanji akan segera kembali. Sebab 12 Januari merupakan tanggal pernikahan Siavash dengan Vivi.

Saat Siavash hendak berangkat ke Iran, Vivi memberi USD 2.400 (Rp 35 juta kurs saat itu) kepada Siavash untuk membeli bibit safron dan bubuk safron, dan bekal Siavash kembali ke Indonesia. Selama di Iran, Siavash juga kerap meminta uang kepada Vivi.

"Jadi dia minta ditransfer, sekitar 6-7 kali saya sudah transfer, ada buktinya semua. Cuma sistem pengiriman uang ke negara embargo Amerika itu tidak mudah untuk dibuktikan karena lewat pihak ketiga. Hampir Rp 100 juta yang saya kasi dia," paparnya.

Namun Siavash tidak pernah kembali ke Indonesia, dan dia terus meminta uang kepada Vivi.

"Katanya, kalau saya nggak ngasih duit, dia tidak mau pulang, tidak bisa pulang, kelaparan di situ, tidak bisa kerja, Iran krisis," tuturnya.

Saat Siavash tidak ada kabar, pada September 2019 rekan Vivi melihat Siavash tengah berada di Jakarta. Merasa telah ditipu oleh Siavash, Vivi melaporkan Siavash ke Polda Sulsel.

"Dia punya agenda mendekati wanita kaya dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Tujuannya mau rumah, karena bulan Juni (sempat bilang); 'ayo dong pulang untuk Vivi', dia bilang boleh tapi sediakan saya rumah," imbuhnya.

(nvl/tor)