Kata Yuri, Situs Data COVID Rujukan Pemkot Surabaya Tak Resmi 

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 18:48 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Dok. BNPB)
Jakarta -

Wali Kota Tri Rismaharini mengklaim Surabaya zona hijau. Dia menilai hal itu berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kalau tingkat penularan COVID-19 di Surabaya sudah rendah.

"Di mana kondisi Surabaya sudah (zona) hijau yang artinya penularannya kita sudah rendah," kata Risma saat teleconference dengan pedagang serta perwakilan masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Gunung Anyar, Minggu (2/8/2020).

Apalagi, jelas dia, tren tingkat kesembuhan pasien COVID-19 terus meningkat. Itu berarti pasien COVID-19 di Surabaya jauh lebih yang sembuh daripada sebelum-sebelumnya. "Pasien yang sembuh juga sudah banyak," pungkasnya.

Bukan itu saja yang menjadi dasar Surabaya dinyatakan masuk kategori zona hijau. Pemkot Surabaya juga merujuk pada situs data sebaran yang dinilai berasal dari Kemenkes, yakni covid-monitoring.kemkes.go.id. Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyebut di situs itu, status Surabaya sebagai zona hijau sudah sepekan lamanya.

"Kemudian kami melihat dari situs kementerian kesehatan https://covid-monitoring.kemkes.go.id/, di sana update setiap hari terkait kondisi RT se-Indonesia dan hampir berapa minggu kemarin kondisi Surabaya zona hijau terus," jelasnya.

Dilihat detikcom, situs covid-monitoring.kemkes.go.id ini tidak update. Bahkan semua wilayah di Indonesia berwarna hijau, yang artinya zona aman. Lantas apakah situs itu akurat?

Dihubungi terpisah, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Yurianto mengatakan situs itu bukan milik Kemenkes. Dia menyebut Kemenkes hanya memiliki satu akun resmi yakni covid19.kemkes.go.id. Sedangkan situs lain untuk melihat perkembangan data Corona ialah covid19.go.id, yang merupakan situs resmi dari Satgas COVID-19.

"Bukan (milik Kemenkes), karena nggak jelas dan nggak update," kata Yuri ketika dihubungi, Senin (3/8).

Kemudian, terhadap situs itu, Yuri mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran. "Situs ini sedang saya telusuri, karena P2P tidak membuat dan 199 punya situs sendiri. Saya tidak bisa buka (situs yang dimaksud) dan data tidak update," katanya.

(eva/tor)