Pandemi Corona, Jumlah Hewan Kurban di Jami Al Ma'mur Tn Abang Menurun

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 10:13 WIB
Pengurus Masjid Jami Al Mamur Tanah Abang menceritakan menurunnya jumlah hewan kurban akibat masa pandemi Corona (Rahel Narda/detikcom)
Foto: Pengurus Masjid Jami Al Ma'mur Tanah Abang menceritakan menurunnya jumlah hewan kurban akibat masa pandemi Corona (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1441 H ditetapkan jatuh pada hari ini. Salah satu pengurus masjid di Jakarta Pusat (Jakpus) mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini menurun.

"Jadi menurun. Mungkin karena COVID-19 ini ya karena ekonomi juga terdampak," kata pengurus Masjid Jami Al Ma'mur, Muhammad Ridwan, di Jalan KH Mas Mansyur, Kebon Kacang, Jakpus, Jumat (31/7/2020).

Ridwan menjelaskan tahun lalu masjidnya menerima 7 ekor sapi dan 30 ekor kambing untuk disembelih di Hari Raya Idul Adha. Namun, tahun ini hanya ada 4 ekor sapi dan 15 ekor kambing.

"Tahun kemarin kita dapat sapi 7 ekor. Nah sekarang kita dapat cuma 4 ekor. Kemarin kambing kita dapat 30 ekor, sekarang 15 (ekor)," ungkap Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan pemotongan hewan kurban akan dilaksanakan besok pagi. Pemotongan itu, katanya, akan menerapkan prosedur yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pengurus Masjid Jami Al Ma'mur Tanah Abang menceritakan menurunnya jumlah hewan kurban akibat masa pandemi Corona (Rahel Narda/detikcom)Pengurus Masjid Jami Al Ma'mur, Muhammad Ridwan (Rahel Narda/detikcom)

"Besok pagi. Jadi jam 8-an lah kita sudah mulai. Kita sudah mulai. Persiapannya kita sudah siapkan semuanya. Terus ada dokter hewannya juga dateng ke sini. Sesuai menurut prosedur Pemda DKI," ucap Ridwan.

Selain itu, Ridwan juga mengatakan pelaksanaan salat Idul Adha pagi tadi berjalan baik. Dia mengatakan kapasitas di dalam masjid terdapat sekitar 3.000-an orang.

"Kapasitas kita hampir 6.000 (kalau normal). Tapi sekarang ini kita cuma kurang lebih 3.000an karena kita sudah jaga jarak. Kita sudah tandain (jaga jarak)," ucap Ridwan.

Ridwan menambahkan, setiap jemaah yang memasuki masjid wajib menggunakan masker. Pihak masjid juga telah menyiapkan masker gratis serta bilik disinfektan guna mencegah penularan Corona.

"Kita wajibkan pakai masker karena kita siapkan dari sini nih. Kita siapin di sini. Kalau pada masuk lalu pakai disinfektan," katanya.

Pantauan detikcom di Masjid Jami Al Ma'mur, sejumlah warga turut datang mengikuti salat pagi tadi. Terlihat, warga melakukan salat dengan menjaga jarak serta menggunakan masker. Warga pun memenuhi masjid hingga harus berjejer sekitar 100 meter di jalan depan masjid.

Tonton video 'Sapi Kurban Lepas dan Ngamuk di Jalan, Warga-Polisi Kocar-kacir':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)