Azis Syamsuddin Didemo karena Tolak RDP Djoko Tjandra

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 18:01 WIB
Massa mendemo Azis Syamsuddin di depan DPR (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Massa mendemo Azis Syamsuddin di depan DPR (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Demonstrasi terjadi di depan gedung DPR. Massa mendemo Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin terkait polemik rencana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR tentang buron kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra di masa reses.

Pantauan detikcom di depan gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2020), massa aksi yang mengatasnamakan diri Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia meminta Azis Syamsuddin segera dicopot dari jabatannya. Azis dinilai mereka telah melindungi Djoko Tjandra.

"Tujuan kita apa, Kawan-kawan? Copot Azis Syamsuddin, Kawan-kawan. Pak Azis Syamsuddin itu adalah telah melindungi Djoko Tjandra. Hari ini juga Azis Syamsuddin harus dicopot dari Wakil DPR RI," kata salah seorang orator menggunakan pengeras suara di lokasi.

Selain itu, massa menilai Azis Syamsuddin sebagai pengkhianat rakyat. Mereka kemudian bernyanyi menyuarakan agar Azis dicopot saat ini juga.

"Karena Azis Syamsuddin telah mengkhianati rakyat, Kawan-kawan. Betul? Copot... copot... copot Azis Syamsuddin, copot Azis Syamsuddin sekarang juga. Copot... copot Azis Syamsuddin sekarang juga," seru massa aksi.

Saat demo, massa aksi juga membawa dua spanduk. Salah satu tulisan spanduk meminta Partai Golkar tidak melindungi Azis.

Azis Syamsuddin sebelumnya membantah tidak mengizinkan Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Jampidum Kejagung Sunarta, dan Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting guna membahas kasus Djoko Tjandra. Azis mengaku hanya menjalankan tata tertib (tatib) DPR.

"Saya hanya menjalankan tatib dan hasil keputusan Bamus (Badan Musyawarah DPR)," kata Azis kepada wartawan, Sabtu (18/7).

Azis mengatakan tidak ingin melanggar putusan Bamus yang melarang RDP pengawasan dilakukan dalam masa reses. Ia menyebut masa reses seharusnya digunakan anggota Dewan melakukan kunjungan kerja di luar gedung DPR.

Selanjutnya
Halaman
1 2