Suara Megawati Bergetar Kenang Sukarno, Minta Kader PDIP Ikuti Jejaknya

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 16:37 WIB
Megawati Soekarnoputri (Herianto Batubara/detikcom)
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Herianto Batubara/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tampak emosional saat mengenang sosok sang ayah, Sukarno, dalam acara peresmian 20 kantor DPD dan DPC PDIP. Dengan suara bergetar, Megawati meminta para kader meneladani Sukarno.

Megawati awalnya menceritakan perjalanan Sukarno di Palu, yang saat itu menyampaikan soal pengandaian kepada rakyat dan bangsa Indonesia adalah perjalanan tiada akhir. Lalu, dengan suara bergetar, Megawati menyebut sang ayah telah membaktikan hidupnya untuk berjuang demi negara.

"Bung Karno, bukan karena beliau ayah saya, tetapi sebagai manusia telah membaktikan hidupnya, bukan bagi bangsa Indonesia saja, tetapi juga perjuangan beliau di dalam dinamika dunia internasional," kata Megawati dalam acara peresmian 20 kantor DPD dan DPC PDIP yang disiarkan langsung, Rabu (22/7/2020).

Megawati mengatakan Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani telah meresmikan secara virtual Monumen Sukarno di Aljazair, yang dibangun sebagai bentuk persahabatan dan penghargaan negara itu atas peran Sukarno membantu perjuangan Aljazair memperoleh kemerdekaan. Megawati juga menceritakan Sukarno sangat disegani di luar negeri, sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan, bangunan, hingga monumen di berbagai negara.

"Dan yang sangat terkenal adalah sumbangan beliau kepada raja di Saudi Arabia untuk menanam pohon. Kalau kita sedang melakukan ibadah haji, terkenal dengan Pohon Sukarno. Itulah yang ingin saya tegaskan bahwa perjuangan beliau tiada henti dan seharusnya kita sebagai kader-kader, beliau terus melaksanakan cita-cita juga pemimpin bangsa Indonesia yang lain, cita-cita kemerdekaan, bahwa kita dapat menjadi sebuah negara yang diakui oleh dunia internasional," ujar Megawati.

Suara Megawati kembali bergetar saat meminta para kadernya menjadikan PDIP sebagai partai pelopor. Megawati sekali lagi juga menyinggung soal regenerasi pada 2024.

"Jadikan partai ini adalah partai pelopor, sebuah nyala, obor yang terus menyala dan memberi tuntunan bagi rakyat kita. Jangan lupa Indonesia adalah bangsa yang besar, kita tidak pernah menyerah, kita beratus tahun dijajah, 350 tahun, akhirnya kita merdeka," tutur Megawati dengan suara bergetar.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan suara bergetar mengenang sosok SukarnoKetum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan suara bergetar mengenang sosok Sukarno. (Foto: Tangkapan Layar Zoom PDIP)

"Kalangan anak muda harusnya tahu sejarah bangsanya, harus tahu bagaimana perjuangan bangsa kita untuk mencapai kemerdekaan. Karena 2024 adalah peralihan generasi, harus dicamkan bagi seluruh tiga pilar partai bahwa kita harus terus berjuang dengan rakyat," tegasnya.

Tak ketinggalan, Megawati juga memberikan instruksi kepada para kader PDIP, di antaranya membantu rakyat yang terkendala COVID-19 hingga soal gerakan menanam. Megawati menekankan pentingnya 'sedia payung sebelum hujan'.

"Sudah cukup banyak instruksi yang saya sampaikan, antara lain dalam keadaan COVID-19 ini kita harus juga terus membantu rakyat di bawah yang pasti merasakan kesulitan ekonomi akibat keadaan ini. Belum lagi instruksi saya untuk gerakan penanaman, yang saya sebut pendamping beras. Saya sudah mengatakan bagaimana kita harus menyediakan payung sebelum hujan. Bukan berarti demikian kita harus berdiam diri. Tidak. Karena segala sesuatu jika kita mulai sediakan, maka segala sesuatu akan berjalan dengan baik," tandas Megawati.

(azr/gbr)