Gaungkan Kedaulatan Pangan, Megawati Cerita Canangkan Gerakan Menanam

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 15:43 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meninjau langsung pameran rempah di area Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP. Megawati terlihat didampingi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristianto.
Megawati Soekarnoputri (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membicarakan gerakan menanam hingga kedaulatan pangan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Dia mendorong adanya pendamping atau pengganti beras sebagai makanan pokok di Indonesia.

"Saya berbicara dengan Presiden Jokowi, jangan pernah takut, karena kita ini pratakblong, kekayaannya, yang belum adalah menjalankan pengelolaan itu sesuai manajemen negara. Harus selalu kita mendapatkan pangan, sejarah kedaulatan pangan, kita harus selalu berdiri di atas kaki sendiri. Ini harus ditanamkan, harus dipercaya," kata Mega dalam arahannya kepada paslon pilkada PDIP yang disiarkan melalui kanal YouTube PDIP, Jumat (17/7/2020).

"Untuk itulah, mengapa beberapa waktu yang lalu saya mencanangkan yang namanya gerakan menanam untuk sebagai bukan pendamping saja, tapi kalau pengganti kita jadikan pendamping, seperti jagung, singkong, talas, umbi-umbian, sukun, sagu, kentang, pisang, dan lain sebagainya, jangan dianggap remeh," sambung Mega.

Megawati meminta, bila ada lahan atau tanah kosong, diutamakan untuk menanam bahan makanan. Sebab pandemi Corona berdampak ke semua sektor.

"Kalau ada tanah-tanah tidak terpakai, mulailah dikerjakan hal ini, sediakanlah dananya karena oleh pemerintah dari sisi keuangan kita sudah dapat merealokasi anggaran, dan tentunya hal itu harus sangat dipentingkan, karena seperti yang berkali-kali saya katakan, negara lain pun terkena COVID-19," ujar Megawati.

"Mereka yang menjadi sentra beras, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, saya rasa mereka pun sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri," tambahnya.

Lebih lanjut Megawati berbicara tentang impor beras. Dia mempertanyakan bila negara pengekspor beras ke Indonesia juga mengalami krisis, dia meminta rakyat Indonesia tak berdiam diri.

"Kita kalau sedang selalu mengalami beras, maka kekurangan beras, maka kita selalu mengatakan atau selalu mengimpor. Pertanyaan saya, ini bagi semua, bagi seluruh rakyat Indonesia, kalau tidak ada negara pengekspor itu, dapat memberikan berasnya kepada kita, apakah kita akan selalu berdiam diri? Menurut saya tidak," ucap Megawati.

Megawati menyinggung soal gotong royong dalam memenuhi pangan Indonesia. Pemenuhan pangan itu dapat dilakukan dengan pengganti beras seperti yang disinggung di awal.

"Karena, untuk mengisi pangan itu sendiri, sebenarnya dengan bergotong royong, bergerak cepat, fokus, kita dapat memberikan dapat seperti yang saya katakan, kita tidak selalu makan beras, kita perlu dapat mengambil yang nama hal-hal yang kita jadikan sebagai bahan pangan," imbuhnya.

Tonton video 'Megawati: Saatnya Kita Buktikan Gotong Royong untuk Hadapi Covid-19':

(rfs/imk)