Gara-gara 0,19 Gram Sabu, Warga Cilincing Dihukum 5 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 11:12 WIB
Ilustrasi narkoba/ ilustrasi sabu, ilustrasi barang bukti sabu
Foto: Ilustrasi narkoba (Ari-detikcom)
Jakarta -

Warga Cilincing, Jakarta Jakut (Jakut) inisial NN dihukum 5 tahun penjara karena memiliki sabu 0,19 gram. Padahal berdasarkan aturan, pecandu cukup direhabilitasi agar tidak kecanduan barang haram itu.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang dikutip detikcom, Rabu (22/7/2020). Awalnya, NN bersama R sepakat memakai narkoba bersama pada 27 November 2019. Keduanya lalu patungan Rp 100 ribu dengan tugas R mencari sabu.

R kembali membawa sabu dan ia buru-buru pergi. Tidak berapa lama, anggota polisi menangkap NN dan R kabur hingga kini. NN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri di muka hakim.

Pada 7 April 2020, jaksa menuntut NN selama 7 tahun penjara. Pada 12 Mei 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) memutuskan NN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman.

Oleh sebab itu, NN dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 800 juta. Bila tidak membayar denda, maka NN harus menggantinya dengan 6 bulan penjara.

Atas vonis itu, NN dan Jaksa sama-sama mengajukan banding. Apa kata PT Jakarta?

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tanggal 12 Mei 2020 Nomor 208/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Utr, yang imintakan banding tersebut," ujar majelis tinggi yang diketuai Singgih Budi Prakoso dengan anggota I Nyoman Adi Juliasa dan Daniel Dalle Pairunan.

Putusan banding itu diketok pada 16 Juli 2020. Majelis tinggi menyatakan dapat menyetujui dan membenarkan putusan PN Jakut. Oleh karena dalam pertimbangan-pertimbangan hukumnya telah memuat dan menguraikan dengan tepat dan benar semua fakta hukum serta alasan-alasan yang menjadi dasar dalam putusan dan telah pula mempertimbangkan keadaan-keadaan yang memberatkan dan yang meringankan dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa.

"Oleh karena itu pertimbangan-pertimbangan majelis hakim tingkat pertama diambil alih menjadi pertimbangan majelis hakim tingkat banding dalam mengadili perkara ini dalam tingkat banding," ujar Singgih.

Tonton video 'Digerebek Polisi, Pengedar Tepergok Sembunyikan Sabu di Al-Qur'an':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2