Penyelundup 25 Kg Sabu dan 20.800 Pil Ekstasi Jalur Malaysia-Riau Dihukum Mati

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 16:42 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menguatkan hukuman mati yang diketok Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis terhadap Jefri (25). Sebab, pria kelahiran 10 Januari 1995 itu terbukti menyelundupkan 25 kg sabu dari 20.800 butir pil ekstasi dari Malaysia ke Riau.

Hal itu tertuang dalam Putusan Nomor 328/PID.SUS/2020/PT. PBR yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (21/7/2020). Kasus ini terungkap saat anak buah Jefri ditangkap Polres Bengkalis pada 23 November 2019 sore.

Dari penangkapan itu, Jefri kemudian ditangkap. Ternyata Jefri adalah DPO untuk kasus narkoba pada April 2018. Jefri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hakim.

Pada 19 Mei 2020, PN Bengkalis menjatuhkan hukuman mati kepada Jefri. Tidak terima dihukum mati, Jefri mengajukan banding. Apa kata majelis tinggi?

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bengkalis Nomor 101/Pid Sus/2020/ PN Bls, tanggal 19 Mei 2020, yang dimintakan banding tersebut," ujar majelis yang diketuai Agus Suwargi dengan anggota majelis Tony Pribadi dan Tahan Simamora.

Menurut majelis tinggi, hukuman mati itu telah memenuhi rasa keadilan untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku. Hukuman itu juga dalam upaya pemberantasan tindak pidana penyalah guna narkotika golongan I di tengah masyarakat pada umumnya.

"Membebankan biaya perkara kepada terdakwa dalam kedua tingkatan peradilan yang dalam tingkat banding kepada Negara," ujar majelis tinggi pada Senin (20/7) kemarin.

Tonton video '90 Napi Bandar Narkoba dari Jabar Dipindahkan ke Nusakambangan':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/knv)