Round-Up

Tekad Mahfud Jerat Pejabat yang Bantu Djoko Tjandra

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 22:54 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD secara resmi membuka Forum Komunikasi dan Koordinasi yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Forum Komunikasi dan Koordinasi yang dihadiri oleh para Alumni Penerima Beasiswa Supersemar ini mengangkat tema
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kehebohan yang disebabkan Djoko Tjandra masih belum selesai. Terlebih pemilik nama asli Joko Soegiarto Tjandra itu sampai saat ini belum tertangkap.

Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang beberapa waktu terakhir membikin geger negeri. Banyak pejabat diduga terlibat membantu Djoko Tjandra yang keberadaannya terakhir diketahui di Kuala Lumpur, Malaysia itu.

Salah satu pejabat yang paling kentara yaitu Brigjen Prasetijo Utomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Dia sudah dicopot dari jabatannya dan saat ini tengah menghadapi dugaan pelanggaran etik serta pidana.

Prasetijo dinyatakan terbukti bersalah menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Ironisnya, hal itu dilakukan Prasetijo saat Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun institusi yang membesarkan Prasetijo, Polri, sudah bertekad memburu dan menangkap Djoko Tjandra.

Di sisi lain Divisi Propam Polri masih melakukan penyidikan atas dua jenderal eks pejabat di Divisi Hubungan Internasional (Hubinter), yang dicopot dari jabatannya lantaran masalah red notice Djoko Tjandra. Dua jenderal tersebut adalah eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan eks Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Wibowo.

"Dua-duanya sama, (diduga melanggar) kode etik. Posisinya masih diduga dan proses masih berlangsung. Penyidikan Propam masih berlangsung, kita masih pakai asas praduga tak bersalah sebelum hakim mengetuk palu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/7/2020).

Ada pula pejabat di tubuh kejaksaan yang diperiksa internal. Bermula dari informasi yang beredar menyebutkan adanya pertemuan kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Nanang Supriatna, Jaksa Agung ST Burhanuddin pun memerintahkan agar Nanang diperiksa internal.

"Iya sekecil apa pun informasi, saya akan klarifikasi kepada yang bersangkutan dan apabila benar, akan dilakukan pemeriksaan sesuai aturan yang ada," ujar Burhanuddin saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (16/7/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2