Buron-buron Ini Menang PK di Pelarian, Waspadai Djoko Tjandra

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 10:19 WIB
Buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, membuat KTP elektronik (e-KTP) kurang dari sejam. Terkait hal tersebut, Komisi III DPR RI akan memanggil Dukcapil DKI dan lurah setempat.
Djoko Tjandra (Foto: Tangkapan layar dari 20detik)
Jakarta -

Jejak buronan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tersebar di mana-mana. Namun terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu belum juga terlacak.

Terlepas dari itu, upaya hukum luar biasa, yaitu peninjauan kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra, masih bergulir di pengadilan. Proses ini tentu harus benar-benar dikawal mengingat sebelumnya banyak buron lepas dari jerat hukum melalui PK dalam sejarah peradilan Indonesia.

Lebih dari satu dekade sebelumnya ada 2 nama buronan yang lolos melalui PK. Adalah Lesmana Basuki dan Tony Suherman.

Pada Rabu, 10 Desember 2008, Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) yang saat itu dijabat Jasman Panjaitan menyampaikan tentang lolosnya 2 nama buronan itu. Keduanya saat itu merupakan terdakwa kasus korupsi proyek Jakarta Outer Rings Road (JORR).

"Pada 2006 kita menyebarkan pamflet berisi 12 foto koruptor buronan. Dua di antaranya adalah Lesmana (83) dan Tony (47) yang masing-masing beralamat di Jalan Padalarang, Menteng, Jakarta Pusat, dan Jalan Bukit Duri Utara No 26, Tebet, Jakarta Selatan," ujar Jasman saat itu.

Lesmana dan Tony saat itu menjabat sebagai Presiden Direktur dan Direktur Operasional PT Sejahtera Bank Umum (SBU). Mereka didakwa terlibat dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 209,350 miliar dan USD 105 juta.

Pada 29 September 1999, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menyatakan keduanya tidak bersalah dan bebas. Tapi kasasi MA pada 25 Juli 2000 mengganjar keduanya hukuman penjara dua tahun penjara. Lesmana dikenai denda Rp 25 juta subsider empat bulan penjara dan uang pengganti Rp 15,361 miliar. Sedangkan Tony didenda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sayang, putusan kasasi itu tidak dapat dieksekusi karena Lesmana dan Tony telanjur menghilang entah ke mana. Meski demikian, MA, berdasarkan No 27/PID/2004 tertanggal 17 Januari 2007, mengabulkan permohonan PK yang mereka ajukan dan membebaskannya terhitung sejak 6 Agustus 2007.

Setelahnya ada pula nama Sudjiono Timan. Dia sebenarnya pada tingkat kasasi sudah divonis bersalah oleh MA dengan hukuman 15 tahun penjara. Dalam pelariannya, istri Timan mengajukan PK dan dikabulkan MA.

Pada 2013 Sudjiono Timan diputus onslag (lepas) oleh Mahkamah Agung (MA) dari pusaran skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Majelis PK saat itu beranggapan kalau kasus ini merupakan ranah perdata meskipun perbuatannya terbukti. Timan pun bebas tanpa sekali pun hadir dalam persidangan.

"Ini semacam pembangkangan dan hukum masih membuka peluang untuk mereka melakukan upaya hukum," ujar pegiat ICW (Indonesia Corruption Watch) Lalola Easter pada Selasa, 28 Juni 2016 silam.

Tonton video 'Djoko Tjandra Keluar-Masuk RI, Eks Dirdik: Kejagung Kebobolan':

Selanjutnya
Halaman
1 2