Round-Up

Jejak Kasus Sara WN Aussie Pembunuh Polisi hingga Bebas di Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 09:21 WIB
WN Australia Sara Connor pembunuh polisi di Bali bebas hari ini.
Foto: WN Australia Sara Connor pembunuh polisi di Bali bebas hari ini. (Dok Humas Kemenkumham Bali)
Jakarta -

Masih ingat kasus Warga negara (WN) Australia, Sara Connor? Dia salah satu pelaku pembunuhan polisi di Kuta, Bali, pada tahun 2016 lalu. Kemarin, Sara Connor bebas. Bagaimana jejak kasusnya?

Peristiwa pembunuhan itu dilakukan pada 17 Agustus 2016 silam di Pantai Kuta, tepatnya di depan Hotel Pullman. Aipda Wayan Sudarsa tewas akibat benturan benda tumpul di kepala yang menurut persidangan dilakukan oleh David Taylor (34), kekasih Sara.

Sarah dan David baru ditangkap pada 19 Agustus 2016. Kronologi penangkapannya, Sara dan David diringkus di Jalan Kapten Tantular Renon, Denpasar, tepatnya di depan Konjen Australia, pukul 16.00 Wita.

Sara dan David diringkus terkait kasus pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa sesuai Laporan polisi Nomor: LP/163/VIII/2016/Bali/Resta Dps/Sektor Kuta, tanggal 17 Agustus 2016.

Berikut perjalanan kasusnya pembunuhan polisi di Bali ini:

Penangkapan 19 Agustus 2016

Sara dan David ditangkap ketika keduanya melakukan kunjungan ke Kantor Konjen Australia. Dia diduga ke kantor Konjen Australia guna meminta perlindungan. David juga berada di sana. Tim Buser Polda Bali sudah memantau keberadaan Sara dan David.

Lalu pada pukul 16.50 Wita, keduanya diserahkan oleh staf Konjen Australia ke anggota Polri yang menunggu di depan Kantor Konjen Australia itu. Keduanya dibawa ke Mako Polresta Denpasar untuk diperiksa.

Sara Connor kemudian resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Aipda Wayan. Kuasa hukumnya ketika itu, Erwin Siregar mengatakan kliennya terancam hukuman 15 tahun penjara. Sara dijerat pasal pembunuhan.

"Kena pasal 338,170, 351 ayat (3) untuk pasal 338 maksimal hukuman 15 tahun, pasal 351 maksimal 7 tahun dan tidak ada hukuman perencanaan ya," tutur Erwin, Sabtu (20/8/2016).

Sidang Tuntutan 8 Tahun Bui

Dalam persidangan empat tahun lalu, Sara didakwa dengan Pasal 338, Pasal 170, dan Pasal 351 juncto Pasal 55 KUHP tentang turut melakukan pembunuhan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Kadek Wahyudi Ardika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dalam dakwaan, Sara disebut bersama kekasihnya David, membunuh anggota polisi, Wayan Sudarsa.

Singkat cerita, sidang tuntutan keduanya pun digelar pada 21 Februari 2017. Dalam persidangan itu, David dan Sara dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Mendengar tuntutan itu, kedua terdakwa tampak gusar dan kesal.

Sara menunjukkan raut wajah kesal dan gusar setelah mendengar tuntutan dari JPU AA Ngurah Jayalantara. Setelah masuk ke ruang tahanan, raut gusar di wajah Sara berganti tangisan sambil memeluk terdakwa wanita dalam kasus berbeda.