Round-Up

Geger Tuntutan Ringan Penyerang Novel Baswedan yang Segera Diputuskan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 07:02 WIB
Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan
Ilustrasi sidang penyerangan terhadap Novel Baswedan (Foto: Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Tuntutan ringan 1 tahun penjara terhadap dua penyerang penyidik KPK, Novel Baswedan, bikin geger dan memantik kontroversi. Kini akhir dari perjalanan kasus penyiraman air keras terhadap Novel akan segera ditentukan lewat sidang vonis yang digelar hari ini.

Dua penyerang Novel yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir sebelumnya diyakini jaksa penuntut umum bersalah melakukan penganiayaan berat terhadap Novel. Keduanya juga diyakini bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan penganiyaan dan terencana lebih dahulu dengan mengakibatkan luka berat," ujar jaksa saat membacakan surat tuntutan di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan hukuman pidana selama 1 tahun," imbuh jaksa.

Ada sejumlah alasan mengapa jaksa penuntut umum menuntut dua penyerang Novel dengan hukuman 1 tahun penjara. Menurut jaksa, kedua terdakwa tidak berniat sedari awal melukai bagian wajah Novel.

"Bahwa dalam fakta persidangan, terdakwa tidak pernah menginginkan melakukan penganiayaan berat. Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman cairan air keras ke Novel Baswedan ke badan. Namun mengenai kepala korban. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Novel Baswedan mengakibatkan tidak berfungsi mata kiri sebelah hingga cacat permanen," ujar jaksa saat membacakan tuntutan.

Selain itu, jaksa memberikan tuntutan ringan kepada terdakwa karena kedua orang tersebut mengakui perbuatannya. Mereka juga disebut telah menyampaikan permohonan maaf kepada Novel dan keluarga.

"Karena, pertama, yang bersangkutan mengakui terus terang di dalam persidangan, terus kedua yang bersangkutan meminta maaf dan menyesali perbuatannya dan dia secara di persidangan menyampaikan memohon maaf kepada keluarga Novel Baswedan dan meminta maaf institusi polisi, institusi Polri itu tercoreng," ujar jaksa Ahmad Patoni seusai sidang.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5