JPU Tuntut Terdakwa Kasus Novel Baswedan 1 Tahun, Pengacara: Kami Sependapat

M Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 13:14 WIB
Kuasa hukum terdakwa penyerang Novel Baswedan, pengacara terdakwa penyerang Novel Baswedan
Kuasa hukum terdakwa penyerang Novel Baswedan (M Ilman/detikcom)
Jakarta -

Kuasa hukum dua terdakwa kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, mengaku sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) yang telah menuntut kliennya hukuman 1 tahun penjara. Menurut pengacara 2 terdakwa itu, tuntutan ringan merupakan bentuk apresiasi kepada para terdakwa yang telah mengakui perbuatannya dengan jujur.

"Tim penasihat hukum terdakwa sangat sependapat dengan tuntutan saudara jaksa penuntut umum yang telah menuntut hukum pidana satu tahun penjara terhadap dua orang terdakwa," ujar kuasa hukum di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2020).

Pengacara terdakwa mengatakan, tuntutan hukuman rendah itu sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat. Dengan begitu, kata dia, mampu menjadi stimulus kepada para pelaku untuk mengakui perbuatannya dan menyerahkan diri ke polisi.

"Tujuan persidangan ini tidak hanya bermaksud memberikan hukuman terhadap terdakwa. Namun juga bermaksud memberikan pelajaran bagi masyarakat luas harus perlu adanya apresiasi berupa kebijakan berat ringannya jaksa penuntut umum dalam menetapkan tuntutannya," ucapnya.

"Apabila seorang yang dengan sukarela dengan menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya kemudian dituntut hukuman berat dari jaksa penuntut umum, maka hal ini tidak memberikan pembelajaran yang baik masyarakat luas. Seharusnya bagi masyarakat yang jujur dan sudah sepatutnya diberi penghargaan dengan tuntutan yang rendah dari jaksa penuntut umum," tambah dia.

Bahkan kuasa hukum menyebut sidang terdakwa kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ini dapat menjadi role model sehingga setiap pelaku kejahatan yang telah mengakui perbuatannya secara jujur mendapat tuntunan hukuman yang rendah.

"Harapan kami dari tim penasehat hukum persidangan ini dapat menjadi role model dalam proses persidangan sehingga ada pelaku tindak pidana lain yang bersifat jujur mengakui tindakannya dengan harapan akan dituntut rendah oleh JPU. Sebaliknya, pelaku yang jujur dan menyerahkan diri dan dituntut berat, maka buat apa lagi mereka bersifat jujur dan menyerahkan diri," katanya.

Untuk itu, kuasa hukum mengapresiasi JPU yang telah menuntut Rahmat Kadir dan Ronny Bugis selama 1 tahun penjara. "Maka kami memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada JPU," tutur dia.

Seperti diketahui, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman 1 tahun penjara. Jaksa meyakini keduanya bersalah melakukan penganiayaan berat terhadap Novel Baswedan.

Keduanya disebut jaksa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan subsider. Ronny dan Rahmat diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(elz/fjp)