Round-Up

Tudingan 'Tangan Gaib' dalam Duel Tommy Soeharto vs Muchdi Pr

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 05:57 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto menggelar jumpa pers seusai melakukan pertemuan. Mereka sepakat bekerjasama di Pilkada 2020.
Tommy Soeharto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Partai Berkarya kini pecah dan terbagi dua kubu yakni kubu Tommy Soeharto dan Muchdi Pr yang menjadi ketua umum baru. Namun penetapan Muchdi Pr sebagai ketua umum dianggap tidak sah oleh kubu Tommy Soeharto karena tidak sesuai dengan mekanisme.

Petinggi Partai Berkarya di bawah Tommy Soeharto, Vasco Ruseimy, yakin Kementerian Hukum dan HAM tak bakal mengesahkan munaslub yang menetapkan Muchdi Pr sebagai ketum baru. Jika kepengurusan Berkarya yang dikomandoi Muchdi Pr disahkan, Vasco yakin ada tangan gaib di belakangnya.

"Sampai saat ini saya yakin Kemenkum HAM nggak akan menerima, apalagi mengesahkan acara fiktif tersebut," kata Vasco kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

"Kalau ternyata memang nantinya Kemenkum HAM menerima atau bahkan mengesahkan, berarti tandanya memang ada permainan tangan tangan gaib kekuasaan di belakang itu," tuding Vasco.

Dia menegaskan munaslub yang digelar kubu Presidium Penyelamat Partai tak memenuhi prosedur dan mekanisme. Vasco menyebut Partai Berkarya solid di bawah Tommy Soeharto.

Vasco mengklaim tak ada kubu di Partai Berkarya. Dia juga yakin Kemenkum HAM tak akan mengesahkan kepengurusan Berkarya versi Munaslub yang menunjuk Muchdi Pr sebagai ketua umum baru.

"Intinya tidak ada kubu-kubuan, Partai Berkarya ya cuma satu, yaitu di bawah pimpinan Ketum HMP (Hutomo Mandala Putra) dan sekjen PBS," kata Vasco.

Merespons hal itu, Partai Berkarya kubu Muchdi Pr pun angkat bicara, Andi Picunang yang terpilih menjadi sekjen Partai Berkarya meminta loyalis Tommy Soeharto tidak menyeret-nyeret pihak luar ke kisruh internal partai.

"Tidak ada sama sekali (tangan gaib). Tolong dijaga imbauan saya kepada teman-teman yang kontra dengan munaslub ini untuk tidak memberikan pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta dan data. Jangan membawa orang luar di masalah internal kita. Apalagi yang dimaksud tangan-rangan gaib ini adalah mungkin musuh politik atau pemerintah sekarang atau bagaimana. Ini internal kita, kita jalankan sesuai aturan yang ada," kata Badaruddin Andi Picunang kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2