Round-Up

Eks Lurah Grogol Selatan Dinanti Sanksi Gegara e-KTP Djoko Tjandra

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 20:02 WIB
Lurah Grogol Selatan, Asep Subahan, saat ditemui di kantornya
Asep Subahan (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Asep Subahan lengser dari kursi Lurah Grogol Selatan setelah geger kasus pencetakan e-KTP kilat buron Djoko Tjandra. Pria yang kini bekerja sebagai staf wali kota itu segera dijatuhi sanksi disiplin.

Terbaru, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan bakal menjatuhkan sanksi disiplin terhadap Asep. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Chaidir, mengungkapkan sanksi disiplin itu dijatuhkan berdasarkan hasil investigasi Inspektorat Pembantu Wilayah Jakarta Selatan.

"Nah di situ. Data-data dari inspektorat itu udah kuat, dari investigasi sudah ketemu bahwa dia itu lalai, tinggal menjatuhkan bahwa dia (melanggar) disiplin sedang, berat gitu aja," kata Chaidir saat dihubungi pada Selasa (14/7/2020).

Menurut Chaidir, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan akan mendalami kesalahan yang dilakukan Chaidir. Berdasarkan pendalaman itu, akan diputuskan sanksi yang dijatuhkan berupa kategori sedang atau berat.

"Kalau ringan nggak mungkin karena beberapa hal lalai dia, sedang atau berat," ujarnya.

"Kalau memang sudah demikian kan nanti surat keputusan langsung dari pejabat pembina provinsi bahwa dia dijatuhkan hukdisnya sedang, berat," imbuh Chaidir.

Chaidir menuturkan sanksi tersebut bisa berupa penurunan pangkat hingga penundaan kenaikan pangkat.

"Kalau sudah putusan itu berarti dia sudah putus, inkrah bersalah melanggar PP No 53 Tahun 2010 melanggar disiplin sebagai PNS, mereka kena sanksi, bisa penurunan pangkat, bisa penundaan kenaikan pangkat, ditambah lagi tidak mendapat tunjangan kinerja daerah, tinggal menunggu itu. Kalau jabatannya sudah dibebaskan," papar Chaidir.

Kasus ini berawal saat Djoko Tjandra diketahui datang ke Kelurahan Grogol Selatan untuk membuat e-KTP pada 8 Juni 2020.

Asep mengaku awalnya tidak tahu bila Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali. Pembuatan e-KTP Djoko Tjandra selesai dalam waktu 1 jam 19 menit.

Selanjutnya
Halaman
1 2