Komisi II DPR Pertimbangkan Usulan KPU 'Putusan MK Final' Masuk UU Pemilu

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 09:14 WIB
Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa
Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa (Foto: Mochamad Solehudin)

Lebih lanjut, Saan juga menyinggung putusan Mahkamah Agung dalam gugatan Rachamwati Soekarnoputri soal Peraturan KPU terkait hasil Pilpres 2019. Dia menyebut hal itu bisa menimbulkan kegaduhan waluapun tidak berpengaruh terhadap kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Terkadang seperti akhir-akhirnya ini kita baca putusan Mahkamah Agung terkait dengan soal Pilpres (gugatan Rachmawati) itu kadang menimbulkan persoalan baru di mana MK sudah memutuskan, proses sudah berjalan, bahkan sudah hampir satu tahun lebih dari Pemilu, bahkan Presiden udah dilantik satu tahun sekarang, putusan baru keluar terkait uji materi di lembaga lain. Itu menimbulkan problem baru walaupun tidak membatalkan. Tapi tetap menimbulkan persoalan baru di masyarakat," jelasnya.

Saan kembali menyatakan bahwa DPR akan menerima masukan dalam revisi UU Pemilu. Dia menyatakan seharusnya hanya ada satu lembaga yang mengurusi permasalahan hasil pemilu.

"Maka hal-hal seperti ini tetap akan dijadikan pertimbangan bagi DPR untuk bukannya kita mencampuri lembaga peradilan, tapi kita ingin ada sebuah kepastian supaya tidak ada persoalan politik di kemudiannya. Biar ada satu lembaga yang memang diberikan otoritas khusus terkait dengan soal Pemilu lah," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Ilham Saputra mengusulkan agar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat ditulis di Undang-Undang tentang Pemilu yang tengah dibahas DPR. Ilham menilai aturan itu penting ditulis agar tidak ada pihak yang bisa mengganggu putusan MK terkait Pemilu.

"Kemudian juga sidang sengketa, atau nanti bisa dituliskan secara tertulis dalam UU bahwa keputusan MK itu final dan mengikat, dan tidak ada lagi menjadi pembanding, atau data pembanding hasil Pemilu, karena hasil dari Mahkamah Konstitusi itu adalah final dan binding (mengikat)." ujar Ilham di peluncuran buku Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) yang berjudul 'Pemilu Serentak 2019: Catatan Pengalaman Indonesia' yang disiarkan secara online, Minggu (12/7).

Halaman

(lir/azr)