Keluarga di Kebon Jeruk Positif Corona, Cekcok Saat Mau Dievakuasi

Antara News - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 11:22 WIB
Poster
Foto Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Satu keluarga yang tinggal di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani tes usap massal dua pekan lalu di Pasar Patra Duri Kepa. Keluarga ini sempat cekcok saat akan dievakuasi ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/7).

Seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/7/2020), kejadian cekcok itu tergambar dalam sebuah cuplikan video yang disebar melalui pesan berantai.

"Itu kejadiannya kemarin, sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka sempat menolak saat akan kita evakuasi ke Wisma Atlet, tapi dengan pendekatan warga, pengurus warga, aparat, alhamdulillah akhirnya mereka bersedia," kata Lurah Duri Kepa Marhali di Jakarta, Kamis (9/7).

Dalam video tersebut, terlihat petugas medis dari Puskesmas Kebon Jeruk didampingi anggota Satuan Polisi Pamong Praja membujuk pasien COVID-19. Namun warga tersebut membela diri dan meminta petugas medis untuk tidak menjemputnya. Sampai akhirnya petugas medis yang semula bersabar naik pitam dan sama-sama bernada tinggi.

Marhali mengatakan awalnya yang terdeteksi terpapar COVID-19 adalah kepala keluarga tersebut yang merupakan pedagang di Pasar Patra.

Tak hanya kepala keluarga itu, total ada 27 orang yang positif COVID-19 setelah mengikuti tes usap massal tersebut, termasuk anggota keluarganya.

"Kan kalau kita swab test itu, salah satu anggota keluarga ada yang dinyatakan positif, maka anggota keluarganya yang lain kita lakukan swab test juga," ujar Marhali.

Sebanyak 27 orang tersebut diminta menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Namun empat orang yang merupakan satu keluarga ini justru tak disiplin selama melakukan isolasi mandiri.

Marhali mengatakan empat orang itu telah menjalani tes usap kedua. Hasilnya, tiga orang dari keluarga itu masih positif COVID-19.

"Yang negatif istrinya. Bapak dan anak-anaknya masih positif," kata Marhali.

"Kalau warga lainnya udah ada yang negatif, tapi masih tetap harus menjalani isolasi mandiri sampai hasil swab test berikutnya menunjukkan kalau mereka memang sudah negatif COVID-19," ujar Marhali.

Tonton video 'Panduan Beraktivitas di Ruang Publik Era New Normal':

(gbr/fjp)