Round-Up

10 Fakta Akhir Pelarian Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauline Lumowa

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 06:16 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi 
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
  *** Local Caption ***
Maria Pauline Lumowa / Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Maria Pauline Lumowa Dinyatakan Sehat

Ekatradisi Maria Pauline Lumowa berlangsung di tengah pandemi Corona (COVID-19). Setiba di Indonesia, tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun itu menjalani rapid test dan dinyatakan sehat.

"Beliau sudah di-rapid test dan sudah memperoleh surat keterangan sehat sesuai protokol COVID dari pemerintah Serbia," kata Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly di Bandar Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020).

Maria turut ditampilkan sesaat kepada publik di Bandara Soekarno-Hatta. Yasonna mengatakan Maria ditampilkan ke publik sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah tiba di Tanah Air.

Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.  *** Local Caption ***Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz. *** Local Caption *** Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Tinggal di Belanda-Tertangkap di Serbia

Jejak-jejak pelarian Maria Pauline Lumowa terlacak. Maria yang kabur dari Indonesia sejak tahun 2003 akhirnya ditangkap di Serbia pada Juli 2020.

"Lari dari Indonesia, tinggal di Belanda. Sejak setahun lalu, itu tertangkap, terjejak di Serbia. Sejak bulan Juli 2019," kata Mahfud dalam jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Mahfud mengatakan penangkapan Maria ini berkat kinerja Menkum HAM Yasonna Laoly yang bekerja dalam senyap. Yasonna selama setahun ini berkoordinasi dengan pemerintah Serbia.

"Kemudian sesudah melalui proses yang panjang dan diam-diam. Menkumham bekerja dalam senyap, tidak ada yang tahu, tidak ada yang mendengar. Karena memang harus bekerja secara hati-hati Pak Menkum HAM. Selama setahun itu pula melakukan komunikasi dengan pemerintahan Serbia. Hingga pada akhirnya tadi malam sudah diserahkan secara resmi melalui proses kerja sama hukum MAL, mutual legal assistance," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6