Tersangka Pemalsu 22 Akta Tanah di Tangerang Sudah 3 Periode Jadi Kades

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:25 WIB
Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kasus pemalsuan dokumen berupa Akta Jual Beli (AJB) sejumlah bidang tanah di Kabupaten Tangerang, Banten senilai Rp 5,5 miliar (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Polres Jakut mengungkap kasus pemalsuan dokumen berupa akta jual-beli (AJB) sejumlah bidang tanah di Kabupaten Tangerang, Banten senilai Rp 5,5 miliar. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Kepala Desa (Kades) Lengkong Kulon, MP (46), ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan 22 akta jual-beli (AJB) tanah di Kabupaten Tangerang. MP mengaku menjabat kades sejak 2007.

MP mengungkapkan tahun ini merupakan periode ketiga dirinya menjabat kades. MP mengatakan menjadi kades dengan dipilih langsung warga.

"Pemilihan. Dari 2007, ini periode ketiga," kata MP kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakut, Kamis (9/7/2020).

Kemudian, MP menceritakan awal mula pertemuannya dengan korban berinisial B (45), yang merupakan warga Sunter, Jakut. Saat itu, Bambang meminta MP membantunya mengurus suatu bidang tanah yang sedang bermasalah.

"Awalnya dia minta diurus tanah-tanah yang pernah dia ada masalah di wilayah saya. Awalnya dari situ. Saya urus, saya bantu. Tapi, kalau tanah ini memang sudah milik PT, tolong dibantu terus deh bagaimanapun caranya. 'Saya lagi ngebantu ahli waris' kata dia," jelasnya.

Pada 2013, korban membeli beberapa bidang tanah yang diakui MP sebagai tanah miliknya dari hasil hibah orang tuanya. Kemudian, MP bersama tiga rekannya memalsukan 22 AJB tanah.

Tonton juga 'Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Sertifikat Pelaut':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2