Keluhan Ortu soal PPDB DKI Jalur Bina RW: Tak Ada Pilihan Sekolah-Bukan Solusi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 21:24 WIB
Pra Pendaftaran Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta akan dimulai pada, Kamis (11/9). Nah, seperti apa sih persiapannya?
Ilustrasi PPDB DKI (Grandyos Zafna/detikcom)

"Nggak ada pilihan sekolahnya karena jarak rumah kita ke sekolah cuma 500 meter ya, tapi beda RW, jadi kita nggak bisa daftar. Tadi pagi kita coba jam 1 pagi tapi (ada tulisan) 'mohon maaf tidak tersedia dalam RW peserta' gitu," ungkap Erik saat dihubungi.

Erik mengatakan PPDB jalur Bina RW tidak menjadi solusi atas keluhan ortu murid terhadap PPDB DKI 2020. Menurutnya, jalur ini justru menyakiti hati orang tua murid.

"Tidak jadi solusi dan itu sangat menyakitkan hati gitu. Di satu sisi contohnya kalau ada orang makan, di satu sisi ada makanannya berlebih, tapi di sisi lain orang kelaparan tapi tidak bisa dapat makanan itu, kira-kira gitu," ujar Erik.

Lebih lanjut Erik berharap agar PPDB DKI dibatalkan dan kemudian diulang kembali. Dia pun meminta agar ada solusi dari pemerintah untuk anak-anak yang belum mendapatkan sekolah.

"Jadi harapan saya itu satu, PPDB kalau bisa dibatalkan, baru diulang. Kalau tidak bisa, harus dikasih solusi buat anak-anak yang belum dapat sekolah sampai saat ini," tutur Erik.

Diberitakan sebelumnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi telah selesai dilakukan. Banyak ortu yang mengkritik sistem itu karena menggunakan seleksi utama dengan dasar usia.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta kemudian menambah jalur di PPDB 2020. Jalur tersebut adalah jalur Bina RW guna mengakomodasi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah tapi tidak diterima di pendaftaran peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta.

"Setelah kami berkoordinasi, dan kami juga mengakomodasi tingginya minat masyarakat untuk sekolah negeri di mana ada siswa berada dengan satu RW dengan sekolahnya belum dapat diterima. Maka hari ini kami mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta membuka jalur yang namanya jalur zonasi untuk Bina RW sekolah. Tentunya dengan kami tambahkan kuota untuk menaikkan rasio di setiap kelasnya dari 36 menjadi 40," ujar Kadisdik DKI Nahdiana dalam diskusi telekonferensi, Selasa (30/6).

Halaman

(azr/azr)