Misteri Kerangka Manusia di Pangkep, Polisi: Belum Ada DNA Pembanding

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 13:07 WIB
Kerangka manusia ditemukan warga di sekitar Gunung Borong Natua, Taman Nasional Bantimurung, Sulsel (dok. Istimewa).
Kerangka manusia ditemukan warga di sekitar Gunung Borong Natua, Taman Nasional Bantimurung, Pangkep, Sulsel. (Foto: Istimewa).
Pangkep -

Teka-teki identitas kerangka manusia di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum terungkap. Polisi belum menemukan DNA pembanding yang bisa dicocokkan ke DNA kerangka manusia tersebut.

"Belum ada (DNA pembanding)," ujar Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Anita Rehong saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Anita mengatakan, penyidik sebelumnya telah menyelidiki laporan orang hilang di wilayah temuan kerangka manusia, yakni di Dusun Parangluara, Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Pangkep. Namun hasil penyelidikan menyebutkan bahwa orang hilang itu berjenis kelamin perempuan, sementara hasil pemeriksaan Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel menyatakan kerangka manusia di Pangkep berjenis kelamin laki-laki.

"Itu kan jenis kelaminnya berbeda, yang hilang itu perempuan, tapi yang kerangka manusia menurut informasi dari sana (Tim Forensik) laki-laki," ujar Anita.

Dia mengatakan pihaknya masih terus mencari DNA pembanding. Selain itu, kata Anita, Polres Pangkep menunggu laporan orang hilang dari pihak keluarga yang merasa kehilangan kerabat.

"Sementara untuk yang laki-laki belum ada yang hilang di sini, di sini yang ada orang hilang itu perempuan," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Tim Forensik Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kerangka mayat yang ditemukan di Kabupaten Pangkep.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah tes DNA terhadap kerangka mayat tersebut. Kini tim Forensik menunggu DNA pembanding dari pihak keluarga yang merasa telah kehilangan anggota keluarganya.

"Jadi kemarin itu tim mengambil sampel DNA untuk pemeriksaan lanjutan. Sambil kita menunggu data pembanding," ujar seorang petugas Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Sultan, kepada detikcom, Jumat (26/6).

Sultan menjelaskan, data pembanding yang dimaksud adalah DNA dari orang-orang yang merasa kehilangan anggota keluarganya di wilayah temuan kerangka manusia tersebut. Data pembanding diperlukan untuk melihat kecocokan DNA kerangka manusia.

Kerangka manusia ini ditemukan di kawasan Pegunungan Taman Nasional Bantimurung, Pangkep, pada Selasa (23/6) lalu. Sejumlah barang pribadi diduga milik korban ditemukan di lokasi, dari jam tangan Gucci, tas ransel berisi dompet wanita, 2 buah korek gas, mantel keresek warna hijau, sampai mangkok plastik warna hijau.

Tonton video 'Kerangka Manusia Korban Pembunuhan Gegerkan Warga Jambi':

(elz/ear)