Pemkot Bogor Ungkap Risiko Penularan Corona Jika PSBB Dicabut

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 28 Jun 2020 17:51 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (Dok. Youtube Pemkot Bogor)
Jakarta -

Wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) masih melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengungkap risiko penularan virus Corona jika PSBB tidak diperpanjang.

"Untuk memastikan karena PSBB di wilayah Bodebek ini kan sesuai dengan arahan Gubernur Jabar (Jawa Barat) kan untuk diteruskan, belum dicabut. Beda dengan wilayah Bandung. Kemungkinan sesuai arahan dari gubernur masih diteruskan ini (PSBB Bodebek)," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim ketika dihubungi, Minggu (28/6/2020).

Dedie mengatakan PSBB akan diperpanjang karena Bogor masih cukup berisiko. PSBB di Bogor sendiri akan berakhir hingga 2 Juli mendatang.

"Dari indikator itu masih menunjukkan bahwa Kota Bogor dan Bodebek ini masih berisiko apabila dicabut PSBB dan diterapkan AKB, adaptasi kebiasaan baru," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat provinsi tidak dilanjutkan. RK mengatakan Jawa Barat akan melaksanakan era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal. Sementara Bodebek akan mengikuti PSBB transisi DKI Jakarta hingga 2 Juli.

"Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB, sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melaksanakan AKB," ujar Kang Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/6).

Tonton video 'Pemerintah: Ada yang Positif Corona, Tapi Tak Isolasi dengan Baik':

(lir/lir)