Komisi III Pertanyakan Penanganan Kasus Narkoba ASN Bea Cukai di Polres Jakpus

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 10:01 WIB
Ketua Komisi III Herman Herry
Foto: Ketua Komisi III DPR Hemrna Herry (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR RI menyoroti kasus penyalahgunaan narkoba yang diduga melibatkan Agus Purnady, eks Kepala Pangkalan Bea-Cukai Tanjung Priok. Komisi III DPR juga mempertanyakan penanganan kasus yang ditangani di Polres Jakpus tersebut.

"Saya sebagai Ketua Komisi III, dalam beberapa kesempatan selalu memberikan dukungan penuh terhadap usaha-usaha Polri dalam memberantas narkoba. Tapi saya melihat dalam kasus ini, banyak kejanggalan-kejanggalan, sehingga menyebabkan publik bertanya-bertanya terhadap lambannya Polres Jakarta Pusat dalam menyelidiki kasus ini," ujar Ketua Komisi III DPR Herman Herry dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

Herman Herry meminta polisi tegas dan tidak pandang bulu dalam mengusut kasus narkoba yang melibatkan pejabat Bea Cukai ini.

"Saya tegaskan bahwa Polri harus tegas dan tidak boleh pandang bulu dalam mengusut kasus ini. Hukuman terhadap narkoba harus tajam ke segala pihak," kata Herman Herry.

Herman Herry membandingkan penanganan kasus narkoba yang dilakukan oleh artis dengan pejabat. Herman Herry menilai polisi cenderung lebih tertutup ketika melibatkan pejabat.

"Publik saat ini bertanya-tanya, mengapa ketika kasus narkoba yang melibatkan artis polisi cenderung sigap dan cepat mengungkapnya? Bahkan segala ekspose dilakukan terbuka. Tapi di kasus yang melibatkan pejabat ini, polisi justru cenderung diam dan menutupinya," katanya.

Ia pun meminta polisi agar menangani perkara tersebut secara terbuka dan transparan.

"Jangan sampai publik menilai ada kongkalikong dalam penanganan kasus ini," imbuhnya.

Tonton juga 'Kejaksaan Agung Tahan 3 Pejabat Bea Cukai Batam':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2